WKRI Cordis Jesu Ambon Gelar Konferensi Cabang VI, Pemkot Apresiasi Kiprah Perempuan Katolik

oleh -3529 Dilihat
oleh

Ambon, Nusainanews.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), yang selama ini aktif mengambil bagian dalam pembangunan bangsa dan daerah. Dengan mengusung tema” Peranan Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Konferensi Cabang VI WKRI DPC Cordis Jesu, ini dibuka langsung oleh Sekretaris Kota, yang berlangsung di Paroki Hati Kudus Yesus, Batu Gantung, Ambon, Sabtu (28/6/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi organisasi perempuan Katolik untuk merefleksikan kiprahnya dan menetapkan arah gerak kedepan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kota, Roby Sapulette menyebut keberadaan WKRI sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, yang sejak 1928 telah mengambil peran penting dalam mendorong terbentuknya kemerdekaan Indonesia.

“Perempuan Katolik bukan hanya pelengkap dalam sejarah bangsa, tetapi menjadi kekuatan moral dan sosial yang terus mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini adalah kontribusi luar biasa,” ujar Sapulette, mewakili Wali Kota Ambon.

Ia menyoroti sosok Bunda Maria dan Maria Magdalena sebagai inspirasi spiritual yang relevan bagi anggota WKRI dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan. Keduanya, kata dia, mencerminkan keteladanan dalam iman, pelayanan, dan keberanian untuk terlibat dalam kerja-kerja nyata bagi masyarakat.

Konferensi Cabang VI ini juga menjadi ajang evaluasi program kerja WKRI DPC Cordis Jesu Ambon periode 2022–2025 serta penyusunan program strategis untuk tiga tahun ke depan. Salah satu agenda utama adalah pemilihan kepengurusan baru sebagai regenerasi organisasi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Pemkot Ambon membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan semua organisasi keagamaan, termasuk WKRI, dalam menyukseskan program pembangunan. Ia mencontohkan persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, yang membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan membuang sampah dengan benar sangat penting. Kami percaya WKRI bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Presidium I DPD WKRI Maluku–Maluku Utara, Paulina Wokanubun, menegaskan bahwa usia organisasi yang telah mencapai 101 tahun harus menjadi momentum pembaruan semangat dan relevansi gerakan.

“Semangat kami harus terus diperbarui. Moto kami adalah ‘lahir kembali, semakin berarti’. Itu artinya, kami harus terus menjadi berkat, tidak hanya bagi gereja tetapi juga bagi masyarakat luas,” ungkap Paulina.

Ia menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi bagi WKRI agar tetap relevan di era digital. Organisasi perempuan, menurutnya, harus mampu melahirkan program-program kreatif untuk pemberdayaan perempuan dan anak di tengah masyarakat yang terus berkembang.

“Hasil konferensi ini dapat mendorong WKRI semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” harapnya.

Untuk diketahui, Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Katolik, tokoh gereja, serta para kader WKRI dari berbagai lingkungan. (NI-A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.