Perarakan Arca Kristus Raja Alam Semesta Warnai Kota Ambon, Gaungkan Pesan Damai dan Toleransi

oleh -2439 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Ribuan umat Katolik bersama tokoh lintas agama dan perwakilan pemerintah turut ambil bagian dalam Perayaan Kristus Raja Alam Semesta yang dipusatkan di Gereja Katolik Santo Joseph Passo, Kota Ambon, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan rohani yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema:“Melalui Kegiatan Perarakan Arca Kristus Raja Alam Semesta, Mari Katong Wujudkan Kota Ambon, Maluku dan Indonesia Pung Bae.”

Pastor Paroki Santo Joseph Passo, Lukas Kelwulan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan sukacita atas kehadiran para umat serta tamu undangan pada momen penuh rahmat ini.

Ia menegaskan bahwa kegiatan perarakan arca Kristus Raja telah menjadi tradisi rohani sejak 2023, dan tahun ini kembali dilaksanakan sebagai bagian dari penyambutan pesta Kristus Raja Alam Semesta.

Lukas menjelaskan bahwa perarakan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat Kota Ambon untuk menjaga kedamaian, toleransi, dan persaudaraan di Tanah Maluku.

“Tujuan kegiatan ini selain memperdalam iman umat, juga untuk mengajak seluruh warga kota Ambon agar bersama-sama memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing, supaya kedamaian dan persaudaraan tetap terpelihara di Bumi Raja-raja,” ujarnya.

Tahun ini, perarakan arca mengelilingi Kota Ambon melalui 10 gereja GPM dan 9 gereja Katolik, serta diwarnai doa lintas agama sebagai simbol kerukunan masyarakat Maluku.

Perayaan berlangsung dalam tiga bagian utama:

1. Seremonial Pembuka di halaman Gereja Santo Joseph Passo.

2. Perarakan Arca Kristus Raja Alam Semesta, melintasi sejumlah titik gereja di Kota Ambon, disertai doa lintas agama.

3. Perayaan Ekaristi Puncak, pada Minggu, 23 November 2025, bertepatan dengan pesta liturgi Kristus Raja Alam Semesta.

Panitia menyebutkan bahwa kegiatan ini menelan biaya sekitar Rp170 juta, yang berasal dari upaya penggalangan dana, donatur, serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon.

Sementara itu, Wali Kota Ambon yang diwakili oleh Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, memberi apresiasi terhadap pelaksanaan perarakan yang dianggap telah menjadi agenda rohani penting di kota ini.

Dalam sambutannya, ia menekankan tiga pesan utama:

1. Umat diajak menempatkan Kristus sebagai Raja Damai dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

2. Umat berperan aktif membawa damai di manapun berada, sebagai tanggung jawab moral demi terciptanya kota yang aman.

3. Momentum perayaan menjadi wujud nyata persatuan dan toleransi umat beragama di Ambon dan Maluku.

“Kalau Ambon dan Maluku aman dan damai, maka Indonesia juga pasti aman dan damai,” ujar Sapulette.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan komunitas gereja lain, hingga kelompok seni dari komunitas Muslim, sebagai gambaran nyata hidup toleransi di Ambon.

Pemerintah Kota berharap kegiatan ini dapat menjadi event tahunan yang semakin memperkuat kerja sama antarumat beragama.

Perayaan Kristus Raja tahun ini juga menjadi penutup rangkaian Tahun Liturgi Gereja sebelum memasuki Masa Adven, sebagai persiapan menyambut Natal. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.