Tual, NusaInaNews.com – Pesan kuat tentang toleransi dan solidaritas lintas Iman kembali bergema dari Maluku.
Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku (DPP FPMM), Umar Kei, menunjukkan komitmen nyata dengan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 50 juta untuk Gereja Ebenhaezer Weduar.
Bantuan itu diserahkan langsung kepada Pendeta Bodewey Samuel Maipauw di rumah Kepala Desa Tamangil Nuheten, Hi. Gani Rahanar, Selasa (23/9). Umar Kei didampingi Ketua DPD FPMM Kota Tual, Ruslani Rahayaan.
Menurut Umar Kei, langkah ini bukan sekadar pemberian materi, tetapi bagian dari strategi besar FPMM dalam merajut persaudaraan antarumat beragama.
Ia menegaskan, organisasi yang dipimpinnya berkomitmen mendukung imam maupun pendeta untuk menjalankan perjalanan rohani ke tanah suci masing-masing.
“FPMM ingin menghadirkan energi persaudaraan di Maluku. Hari ini kami tunjukkan bahwa Islam hadir membawa damai, dengan mendukung Pendeta Samuel agar bisa melakukan perjalanan rohani ke Betlehem, Roma,” tegas Umar Kei.
Sementara itu, Pendeta Samuel menyambut dengan penuh haru bantuan tersebut. Ia juga menilai langkah FPMM sebagai bukti nyata persaudaraan lintas iman.
“Kami melihat ini sebagai wujud kasih dan solidaritas yang tulus. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan keluarga besar FPMM,” ungkapnya.
Momentum ini semakin bermakna karena berlangsung di tengah masih maraknya isu intoleransi di berbagai daerah.
Dari Maluku, wilayah yang pernah dilanda konflik sektarian, justru muncul spirit baru bahwa perbedaan iman bukan penghalang untuk membangun solidaritas.
Acara penyerahan bantuan juga dihadiri Kepala Ohoi/Desa Weduar Fer dan sejumlah tokoh masyarakat. Mereka menjadi saksi hadirnya semangat persaudaraan lintas iman yang dihidupkan kembali lewat langkah konkret FPMM. (*)






