Pemkot Ambon Dukung Swasembada Pangan Nasional Lewat Panen Raya

oleh -8056 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar di Balai Diklat Pertanian.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan meskipun Kota Ambon memiliki keterbatasan lahan pertanian, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, dan para petani mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan.

“Kita berpartisipasi dalam acara nasional panen raya dan pengumuman swasembada pangan. Untuk Kota Ambon sendiri, kita bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam pengelolaan komoditas padi gogo dan jagung. Saat ini tersedia sekitar 12 hektar lahan padi ladang di beberapa spot yang sudah siap dipanen,” ujar Wattimena, saat diwawancarai usai kegiatan di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Rabu (07/01/2025).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang apabila dikelola secara bersama dan terintegrasi.

Ia juga mengajak para pemilik lahan kosong di Kota Ambon untuk bekerja sama dengan pemerintah.

“Penyuluh pertanian siap membantu, mulai dari penyiapan lahan, penyediaan sarana produksi, hingga proses panen dan pemasaran. Harapan kita, Ambon bisa berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional meskipun belum sepenuhnya swasembada,” jelasnya.

Selain padi dan jagung, Wali Kota Ambon juga menyoroti pentingnya pengembangan komoditas cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi di daerah. Harga cabai kerap mencapai Rp80.000 hingga Rp120.000 per kilogram akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Kebutuhan cabai di Ambon sekitar 1.080 ton per tahun, tetapi produksi kita baru 40 hingga 50 ton. Artinya, lebih dari seribu ton masih kita datangkan dari luar. Padahal, cabai bisa ditanam di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, budidaya cabai memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harga cabai di tingkat petani berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Untuk itu, Pemkot Ambon berkomitmen memberikan bantuan sarana produksi kepada seluruh kelompok tani di tahun ini.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, serta menstabilkan harga di pasar.

“Pemkot bertugas mendorong dan memfasilitasi. Dengan bantuan ini, kita berharap harga di pasar tidak terlalu tinggi dan masyarakat semakin termotivasi untuk mandiri pangan,” tutup Wattimena. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.