Walikota: Lansia Bukan Beban, Tetapi Sumber Inspirasi dan Aset Pembangunan

oleh -5 Dilihat
oleh

Ambon,nusainanews.com -Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia). Komitmen itu ditegaskan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang berlangsung di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Selasa (9/6)

Pada kesempatan tersebut, Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menekankan bahwa lansia bukanlah beban keluarga maupun masyarakat, melainkan sumber pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi yang sangat berharga bagi generasi muda.

Kegiatan yang mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” itu dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan, Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Ketua TP PKK Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, peserta Sekolah Lansia Dusun Seri, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Bodewin menegaskan bahwa peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum evaluasi terhadap perhatian dan pelayanan pemerintah kepada para lansia.

“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan bagi para lanjut usia di Kota Ambon. Pemerintah hadir melayani masyarakat sejak lahir hingga meninggal dunia, termasuk memastikan para lansia memperoleh hak dan pelayanan yang layak,” kata Bodewin.

Menurutnya, Kota Ambon saat ini masih menikmati bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan kelompok usia nonproduktif. Namun kondisi tersebut akan berubah pada masa mendatang sehingga pemerintah harus mulai mempersiapkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada lansia.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon bersama BKKBN dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat program-program yang mendukung kesejahteraan lansia, termasuk melalui pembentukan Sekolah Lansia dan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL).

Selain itu, akses pelayanan kesehatan bagi lansia juga terus diperluas melalui Posyandu Lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penguatan layanan kesehatan ramah lansia di puskesmas dan rumah sakit.

“Bahkan ke depan Pemerintah Kota Ambon berencana membangun rumah sakit khusus masyarakat miskin. Nantinya warga cukup menggunakan KTP Kota Ambon untuk memperoleh layanan kesehatan secara gratis,” ujarnya.

Tak hanya di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Ambon juga mendorong pemberdayaan ekonomi lansia agar tetap produktif dan mandiri. Dukungan diberikan kepada pelaku usaha mikro dan pedagang tradisional, termasuk mama-mama penjual ikan yang masih aktif bekerja di usia lanjut.

“Kita ingin lansia tetap berdaya secara ekonomi, tetap produktif, dan memperoleh ruang yang layak untuk berkarya,” tegasnya.

Bodewin juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam memberikan perhatian, penghormatan, dan kasih sayang kepada orang tua yang telah memasuki usia lanjut.

Menurutnya, pengalaman hidup yang dimiliki para lansia merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Jangan pernah menjadikan orang tua sebagai beban. Jadikan mereka sumber inspirasi dan teladan karena mereka memiliki pengalaman hidup yang sangat berharga untuk anak dan cucu-cucu mereka,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, mengungkapkan bahwa Kota Ambon memiliki capaian usia harapan hidup tertinggi di Provinsi Maluku.

Menurutnya, usia harapan hidup masyarakat Kota Ambon saat ini mencapai 73 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Maluku yang berada pada angka 70 tahun.

“Kota Ambon ini hebat. Usia harapan hidup penduduknya mencapai 73 tahun. Ini menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Ambon sudah melampaui rata-rata provinsi,” kata Edi.

Ia menilai tingginya angka harapan hidup tersebut menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya membuat masyarakat hidup lebih lama, tetapi juga memastikan usia panjang tersebut dijalani dengan kualitas hidup yang baik.

“Yang menjadi pertanyaan adalah apakah hidup lebih panjang itu berkualitas atau justru menjadi beban. Karena itu, kita mendorong hadirnya lansia yang tangguh, sehat, produktif, dan bahagia,” ujarnya.

Edi menjelaskan bahwa BKKBN terus mengembangkan Program Lansia Berdaya (Sidaya) yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia melalui berbagai program, seperti Sekolah Lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pendampingan perawatan jangka panjang bagi keluarga yang merawat lansia.

Menurutnya, Dusun Seri menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, BKKBN, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lansia tetap aktif, sehat, dan produktif.

“Kami berharap sekolah lansia terus berkembang di kecamatan-kecamatan lain. Kita ingin lansia di Kota Ambon tidak hanya hidup lebih panjang, tetapi juga tetap sehat, mandiri, sejahtera, dan bahagia,” pungkasnya.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di Dusun Seri ditutup dengan berbagai kegiatan pelayanan bagi lansia, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga penguatan program pemberdayaan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para lansia di Kota Ambon (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.