Ambon Tunjukkan Taji Inovasi: Pemneg Rutong dan Puskesmas Hutumuri Wakili Kota di Kompetisi Nasional

oleh -340 Dilihat
oleh

Ambon, Nusainanews.com – Pemerintah Negeri (Pemneg) Rutong dan Puskesmas Rawat Inap Hutumuri resmi mewakili Kota Ambon dalam ajang bergengsi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Menjelang pengiriman materi lomba, kedua perwakilan memaparkan inovasi unggulan mereka di hadapan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, pada Rabu (4/6/25), di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon.

Turut dihadiri oleh Asisten I Sekkot Ambon, Selly Kalahatu, Plt. Kabag Organisasi Setda Ambon, Arthur Solsolay, Kepala Balai POM Ambon, Tamran, serta jajaran pimpinan OPD Kota Ambon.

Dalam forum ini, Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, memperkenalkan inovasi bertajuk SAGERU (Sagu Penggerak Ekonomi Rutong) sebuah gerakan berbasis potensi lokal yang mengangkat sagu sebagai pilar kemandirian ekonomi masyarakat Rutong.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rawat Inap Hutumuri, dr. Bony Pattipawaey, memukau peserta dengan inovasi BARCODE FOR KATONG, sistem informasi kesehatan berbasis digital yang memungkinkan keluarga mengakses layanan puskesmas secara cepat, akurat, dan transparan melalui teknologi barcode.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, memberikan arahan sekaligus apresiasi tinggi atas kerja keras dan kesiapan dua inovator dari Ambon.

Wali Kota, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi ini harus dimaknai lebih dari sekadar mengejar penghargaan.

Ia juga mengingatkan Kota Ambon memiliki rekam jejak positif di tingkat nasional, salah satunya saat masuk Top 45 Nasional melalui inovasi “Ambon City of Music.”

Di tempat yang sama, Plt. Kabag Organisasi, Arthur Solsolay, menjelaskan bahwa tahun ini kompetisi berlangsung lebih ketat, hanya mempertandingkan kategori utama seperti kesetaraan gender, swasembada pangan, pelayanan kesehatan, dan transformasi digital.

Setiap peserta diwajibkan menyiapkan materi presentasi dan video dokumenter sebagai bukti valid pelaksanaan inovasi. Narasi dan visualisasi tersebut akan menjadi tolok ukur utama penilaian objektif oleh dewan juri nasional.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi berbasis kearifan lokal dan teknologi, Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya sebagai daerah yang adaptif, kreatif, dan berpihak pada peningkatan kualitas layanan publik. (NI-A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.