Anos Desak Evaluasi Total Sistem Pengawalan Truk Kontainer Usai Kecelakaan Maut di Simpang Al-Fatah Ambon

oleh -8 Dilihat
oleh

Ambon.nusainanews.com — Tragedi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pejalan kaki lanjut usia setelah tertabrak truk kontainer di kawasan Simpang Al-Fatah, Kota Ambon, memicu desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional angkutan kontainer di ibu kota Provinsi Maluku. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam aktivitas distribusi logistik dari dan menuju Pelabuhan Yos Sudarso.

Anggota DPRD Kota Ambon, Anos Jeremias, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Menurutnya, insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai kecelakaan biasa, melainkan harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan lalu lintas, khususnya yang berkaitan dengan operasional kendaraan bertonase besar di kawasan perkotaan.
“Peristiwa meninggalnya seorang pejalan kaki lanjut usia akibat tertabrak truk kontainer di kawasan Simpang Al-Fatah merupakan duka yang mendalam bagi kita semua. Turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kekuatan serta penghiburan,” ucapnya

Anos meminta Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease segera melakukan evaluasi komprehensif terhadap sistem pengawalan kendaraan kontainer yang selama ini diterapkan. Evaluasi tersebut, menurutnya, harus mencakup mekanisme pengawalan, pengaturan jam operasional, penentuan rute perjalanan, hingga pengawasan terhadap kepatuhan pengemudi dalam menjalankan aturan lalu lintas.
“Saya meminta kepada Ditlantas Polda Maluku dan Satlantas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, yang selama ini melakukan pengawalan kendaraan kontainer menuju luar Kota Ambon maupun kembali ke Pelabuhan Yos Sudarso, agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawalan, pengaturan jam operasional, rute perjalanan, serta pengawasan terhadap kepatuhan pengemudi terhadap batas kecepatan dan ketentuan lalu lintas,” pintahnya

Selain aparat kepolisian, Anos juga meminta PT Pelindo sebagai pengelola kawasan pelabuhan untuk mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan aspek keselamatan operasional distribusi logistik. Menurutnya, koordinasi yang lebih kuat antara pengelola pelabuhan, perusahaan angkutan kontainer, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi kebutuhan mendesak agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
“Saya juga meminta kepada PT Pelindo selaku pengelola kawasan pelabuhan, tempat aktivitas keluar-masuk kontainer berlangsung, untuk turut mengambil langkah-langkah evaluasi dan memperkuat koordinasi dengan perusahaan angkutan, kepolisian, dan instansi terkait. Aspek keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas distribusi logistik, mulai dari area pelabuhan hingga kendaraan berada di jalan raya,” pintah Jeremias juga

Menurutnya, kelancaran distribusi logistik tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan. Karena itu, seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan transportasi barang diminta membangun komitmen bersama untuk memastikan setiap kendaraan kontainer beroperasi sesuai standar keselamatan dan ketentuan yang berlaku.
“Keselamatan masyarakat tidak boleh dikalahkan oleh kelancaran distribusi barang. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama antara kepolisian, PT Pelindo, perusahaan angkutan kontainer, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar sistem pengangkutan logistik berjalan dengan aman, tertib, dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Anos Jeremias.

Ia berharap tragedi di Simpang Al-Fatah menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas di Kota Ambon. Menurutnya, setiap pemangku kepentingan harus menjadikan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi dan distribusi logistik.
“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas. Sebab, setiap nyawa manusia sangat berharga dan wajib kita lindungi bersama,” harap Anos Jeremias tutup (Cindy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.