BNI Serahkan 10 Unit Tempat Sampah, Pemkot Ambon Dorong Gerakan Ambon Bersih

oleh -17 Dilihat
oleh
Ambon. Nusainanews.com — Pemerintah Kota Ambon menegaskan bahwa persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi salah satu isu utama perkotaan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Penanganan sampah membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat serta dukungan para pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat meresmikan dan menerima bantuan 10 unit tempat pembuangan sampah (TPS) dari Bank Negara Indonesia (BNI) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di kawasan Galala, Kecamatan Sirimau, Selasa (2/6/2026).
Menurut Wattimena, tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Karena itu, upaya penanganan sampah harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, BUMN, BUMD, komunitas lingkungan, dan masyarakat luas.
“Pengolahan sampah menunjukkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sampah yang tinggi. Ini membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, BUMD, BUMN, komunitas dan masyarakat yang harus bergerak bersama,” kata Bodewin Wattimena.
Ia menjelaskan, dukungan sektor usaha seperti yang dilakukan BNI merupakan bagian penting dalam memperkuat infrastruktur kebersihan yang tersedia di Kota Ambon. Kehadiran fasilitas tempat sampah yang memadai diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Wattimena juga menyampaikan apresiasi kepada BNI yang telah menunjukkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan melalui kontribusi nyata dalam mendukung program kebersihan Pemerintah Kota Ambon.
“Dukungan sektor usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat infrastruktur kebersihan yang tersedia di kota ini. Kami memberikan apresiasi kepada BNI yang telah turut berkontribusi mendukung program kebersihan lingkungan di Kota Ambon,” kata Bodewin Wattimena.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan program kebersihan tidak hanya bergantung pada tersedianya sarana dan prasarana, tetapi juga sangat ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Kesadaran kolektif untuk membuang sampah pada tempatnya dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon kembali mengangkat tema “Ambon Bersih, Masyarakat Sehat, Indonesia Maju” sebagai refleksi komitmen pemerintah untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama yang harus dijaga oleh seluruh warga kota.
“Jika Ambon bersih maka masyarakat akan sehat. Dari kota yang sehat inilah kita ikut berkontribusi mewujudkan Indonesia yang maju,” kata Bodewin Wattimena.
Selain mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, pemerintah juga meminta warga menjaga fasilitas publik yang telah disediakan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh sarana pendukung pengelolaan sampah dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Wattimena berharap tidak ada lagi tindakan perusakan maupun pembakaran tempat sampah yang selama ini kerap terjadi di sejumlah lokasi. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga menghambat upaya bersama dalam mewujudkan Ambon yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(Cni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.