Bukan Sekadar Seremoni, Dispora Ambon Dorong Pemuda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

oleh -206 Dilihat
oleh

Ambon.nusainanews.com  — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon mendorong anak muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat usaha mereka di sektor ekonomi kreatif. Dorongan itu diwujudkan melalui Ambon Creativepreneur 2026 Session 4 yang digelar di Zest Hotel Ambon.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 18-19 September 2026.

Kepala Dispora Kota Ambon, Richard Luhukay, mengatakan Ambon Creativepreneur menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berekspresi, sekaligus menunjukkan potensi dan usaha kreatif yang mereka miliki.

“Tujuan kegiatan ini tentunya mendorong anak-anak muda yang kreatif, yang mempunyai ruang belajar dan juga ruang berekspresi untuk menampilkan diri mereka. Sehingga kami dari pemerintah juga tahu mereka ada di mana dan siapa mereka,” kata Richard, kepada wartawan di Zest Hotel Jumat (18/9/2026).

Menurut Richard, keberadaan ruang tersebut diharapkan tidak hanya membantu anak muda mengembangkan kreativitas, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan ekonomi kreatif mereka.

“Ini tentunya berdampak juga pada peningkatan ekonomi kreatif mereka,” ujarnya.

Richard menyebut Ambon Creativepreneur tahun ini memasuki pelaksanaan keempat. Karena itu, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas kegiatan agar manfaat yang diberikan kepada peserta semakin nyata.

“Ambon Creativepreneur 2026 ini sudah dilaksanakan empat kali. Tahun ini tahun keempat, maka kita harus meningkatkan mutu dari event ini. Sehingga tidak hanya menjadi sesuatu yang seremonial, tetapi punya dampak positif bagi teman-teman yang punya gagasan dan ide kreatif di bidang ekonomi kreatif,” jelasnya.

Richard menjelaskan, pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua agenda utama. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan, pembinaan, dan bimbingan teknis.

Pembekalan tersebut bertujuan menyamakan visi dan pemikiran peserta sekaligus memberikan pengetahuan mengenai hal-hal yang perlu mereka serap untuk mendukung aktivitas usaha ke depan.

“Di hari pertama kita bicara tentang pembekalan, pembinaan, bimtek kepada teman-teman muda supaya satu visi dan satu pemikiran. Mereka bisa tahu hal-hal apa yang perlu mereka tangkap, informasi seperti apa yang perlu diserap, supaya membantu mereka dalam melakukan aktivitas ke depan,” katanya.

Sementara pada hari kedua, peserta akan mempresentasikan rancangan dan gagasan yang telah mereka siapkan. Gagasan tersebut selanjutnya dinilai oleh dewan juri.

Richard mengatakan akan ada sekitar enam peserta yang terpilih berdasarkan kategori tertentu untuk mendapatkan bantuan atau bonus sebagai bentuk apresiasi atas gagasan dan kerja keras mereka.

“Di hari kedua tentunya mereka sudah memasukkan rancangan dan gagasan mereka untuk kemudian dinilai oleh beberapa dewan juri. Kurang lebih ada enam penerima bantuan berdasarkan kategori tertentu. Mereka mendapatkan imbalan atau bonus sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka,” ungkapnya.

Dispora Kota Ambon menargetkan 80 peserta dalam Ambon Creativepreneur 2026. Namun, hingga kegiatan berlangsung, baru sekitar 60 peserta yang terdata.

Para peserta berasal dari berbagai sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Di antaranya pelaku usaha clothing, kuliner, serta berbagai bidang usaha kreatif lainnya.

Richard mengatakan mayoritas peserta merupakan pelaku usaha yang baru merintis bisnis. Sebagian besar usaha tersebut bahkan baru berjalan sekitar satu tahun.

“Peserta lebih banyak yang sudah memiliki usaha ekonomi kreatif dan UMKM dari berbagai bidang. Ada clothing, kuliner dan lainnya. Lebih banyak peserta yang baru mulai merintis usaha mereka selama kurang lebih satu tahun,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang telah memasuki tahun keempat ini diharapkan terus memberikan ruang dan kesempatan kepada anak muda untuk berkembang.

“Setidaknya mereka diberikan kesempatan. Ini sudah kali keempat dan kegiatan ini harus memberikan manfaat dan dampak yang baik bagi mereka ke depan,” katanya.

Bagian dari Program Prioritas Wali Kota

Richard menegaskan, Ambon Creativepreneur 2026 juga menjadi salah satu bentuk implementasi program prioritas Pemerintah Kota Ambon.

Dari 17 program prioritas wali kota, salah satunya berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan peran pemuda di bidang ekonomi kreatif.

“Harapannya tentu kita merealisasikan program prioritas wali kota. Dari 17 program itu, yang ke-16 adalah meningkatkan kapasitas dan peran pemuda di bidang ekonomi kreatif. Ini salah satu bentuknya,” jelas Richard.

Ia berharap pemuda Kota Ambon tidak hanya menjadi penerima manfaat kegiatan, tetapi mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita mendorong supaya pemuda-pemuda kita hari ini bisa memberikan kontribusi untuk menopang perekonomian kota ini secara inklusif dan baik. Tentunya harapan saya, kegiatan ini harus berdampak,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.