Bupati Maluku Tengah Kunjungi Lapas Kelas III Wahai, Dorong Optimalisasi Pembinaan Warga Binaan

oleh -420 Dilihat
oleh

Wahai, NusaInaNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mendapat kunjungan dari Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, pada Selasa (5/8/2025).

Kunjungan yang turut didampingi oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran Pemasyarakatan dalam memperkuat program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa kedatangan Bupati merupakan bentuk dukungan moril yang sangat berarti.

“Kehadiran Bupati menunjukkan perhatian besar terhadap proses pembinaan di Lapas. Kami terus berupaya membangun sinergi agar Lapas tidak hanya dipandang sebagai tempat penghukuman, tapi juga tempat pembinaan,” ujar Tersih.

Rangkaian kunjungan dimulai dengan penyambutan resmi di pintu portir, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke blok hunian, fasilitas pembinaan, serta galeri hasil karya Warga Binaan. Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Bang Ojan, turut berdialog dan bersilaturahmi dengan para WBP.

Ia menyoroti keterbatasan lahan Lapas Wahai yang hanya seluas 30 x 30 meter persegi dan berdempetan dengan rumah penduduk serta sekolah dasar. “Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Ke depan akan kami bahas solusi terbaik agar fungsi pembinaan tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas para Warga Binaan, khususnya produk kerajinan tangan yang dipamerkan di galeri pembinaan.

“Saya sangat terkesan dengan hasil karya mereka. Ada gelang anyaman yang langsung saya terima, juga miniatur Kapal Pinisi yang pernah dibeli oleh tokoh nasional. Ini luar biasa dan patut dikembangkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah.

“Lapas Wahai memang menghadapi keterbatasan ekstrem dari sisi lahan. Kami berharap ke depan bisa ada dukungan lebih, termasuk kemungkinan hibah lahan untuk relokasi agar pembinaan berjalan lebih maksimal,” jelas Ricky.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kerja sama yang lebih luas antara Pemda dan Lapas dalam membina Warga Binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.