Ambon, NusaInaNews.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, membagikan kisah perjalanan hidupnya dalam program podcast Siniar KeKer yang digelar Radio Republik Indonesia (RRI) Ambon, Selasa (24/02/2026).
Dalam dialog tersebut, ia menuturkan transformasinya dari seorang petani hingga dipercaya memimpin sebagai orang nomor dua di Provinsi Maluku.
Vanath menekankan bahwa latar belakang sebagai petani bukanlah batas untuk meraih jabatan publik. Ia mengaku tumbuh dan besar dari lingkungan kebun, namun tetap memiliki keyakinan untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. Baginya, konsistensi, keterbukaan terhadap kritik, dan kemauan belajar menjadi kunci menapaki karier politik.
Menurutnya, sektor pertanian harus kembali menjadi perhatian utama. Ia mengajak masyarakat Maluku untuk tidak meninggalkan kebun dan laut, karena dua sektor tersebut diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan warga. Vanath juga menegaskan bahwa profesi petani dan nelayan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Komoditas pala turut disorot sebagai kekuatan historis dan ekonomi Maluku. Ia menyebut pala sejak lama menjadi komoditas bernilai tinggi yang mengangkat nama Maluku di kancah dunia. Potensi inilah yang dinilai perlu dikelola secara modern agar memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam konteks kebijakan, Vanath menyatakan komitmennya mendorong alokasi anggaran yang lebih berpihak pada sektor pertanian dan kelautan.
Ia menilai persoalan kemiskinan di Maluku banyak dialami petani dan nelayan, sementara dukungan anggaran dinilai belum optimal. Kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah laut juga menjadi tantangan tersendiri dalam perencanaan pembangunan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Generasi muda Maluku, menurutnya, harus dibekali pendidikan dan keterampilan agar mampu bersaing di era digital yang terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Vanath juga mengungkap perannya dalam mendorong kehadiran RRI di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, guna memperluas akses informasi bagi masyarakat.
Ia menilai media publik memiliki fungsi vital dalam menjaga stabilitas dan mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.
Menutup perbincangan, Vanath mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi dan memanfaatkan potensi lokal sebagai fondasi membangun Maluku yang lebih maju dan mandiri. (**)







