Di duga inisial (W) adalah Pemain lama dan salah satu kariawan SPBU

oleh -429 Dilihat
oleh

Nusainanews.com.Namlea, – Terkait berita yang firal tentang maraknya pengungkutan BBM ber subsidi di salah satu SBPU dikabupaten Buru yang mereksahkan masyarakat ternyanta Pemilik dan Pemasok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di Proyek Pembangunan Bendungan Wae-Apo, Pelakunya di duga kuat ber Inisial, (W)
(14/9/2024)

Dan di pastikan sebagai Pemasok BBM subsidi bahkan (W) di duga kuat merupakan pemilik mobil Dam Truk warna hijau yang sering mengangkut BBM bersubsidi ke lokasi proyek Wae-Apo

Selain itu, (W) di kabarkan merupakan kariyawan di salah satu SPBU di dalam wilayah Kabupaten Buru dan punya hubungan kekeluargaan dekat dengan Menejer SPBU tempat (W) bekerja.

Dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar pada proyek bendungan Wae-Apo menyebabkan masyarakat menjadi resah dan jengkel dikarenakan untuk mendapatkan BBM bersubsidi mulai sulit.

Kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi juga di alamai oleh kelompok tani, Sopir
dan kelompok Nelayan serta warga masyarakat lainnya.

“Hal itu,di alami langsung oleh salah satu sopir kendaraan roda enam yang tidak ingin namanya diberitakan kepada salah satu media lalu, (12/9/2024)

“Sumber menjelaskan, mereka saat melakukan pengisian BBM bersubsidi, hanya dibolehkan mengisi Rp 250.000 saja
Sedangkan buat kendaraan tertentu tidak di batasi, mereka bebas isi hingga Tangki kendaraannya Penuh, “Beber Sumber dengan nada mengeluh.

“Menurutnya, sumber menjelaskan Pemegang mesin Nosel,atau mesin pengisian Bbm adalah,(W),Ia di percayakan sebagai pengatur saat terjadi pengisian BBM bersubsidi terhadap semua kendaraan, terpaksa kita ikutin saja saja apa maunya dari pada tidak dapat BBM sama sekali. “Ucap Sumber.

Lanjut, Sumber berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera tindak tegas yang bersangkutan karena di anggap merugikan banyak pihak.

Keluhan yang sama datang dari salah satu petani, Yang enggan namanya di publikasi kepada media ini, Sumber menuturkan, Beberapa minggu kemarin mendatangi SPBU untuk membeli BBM bersubsidi tetapi pihak SPBU menolak konsumen menggunakan Wadah plastik (Jerigen), “keluhnya.

“Rasa ketidakadilan itulah yang Terasa sekali oleh sumber, Saat melihat Salah satu konsumen mendapat bagian pengisian Bbm bersubsidi padahal Menggunakan wadah yang sama yakni, Jerigen Plastik.
Sebut Sumber penuh kekecewaan atas perbuatan pihak SPBU (W) terhadap dirinya.

Di tambahkan Sumber lebih t kecewa, Saat mengetahui Pembeli BBM bersubsidi menggunakan Wadah Plastik Jerigen,
Kedua Jerigen di isikan Minyak Jenis Solar sampai penuh, “Ucap Sumber.

Terkait Mobil Dam Truk yang Warna hijau,
pemiliknya diduga (W) sudah hubungi melalui telpon WhatsAppnya,0813 4588 ×××× ,Rabu 12/9/20224,namun,(W) tidak bisa tersambung walaupun sudah dicoba berulang-ulang kali.

Konfirmasi dilanjutkan melalui pesan WhatsAppnya, terlihat pesan terkirim dengan Contreng dua tetapi baik telpon maupun Pesan WA tidak mendapatkan tanggapan dari inisial (W).

Selanjutnya media ,mengonfirmasih ulang lewat pesan WhatsAppnya, pada 14/9/2024
Pesan terkirim di tandai contreng dua. Hingga berita ini di tayangkan.Belum ada tanggapan oleh Inisial (W).

Hal yang sama di duga Pernah mobil Dam Truk mengalami kecelakaan lalulintas tunggal pada bulan November 2023 lalu, di jalur lintas lurus dekat desa Lala,

Mobil tersebut di ketahui mengangkut sebanyak Kurang lebih 9 Drum besar berwarna biru dan di Drum-Drum plastik tersebut sebagian di curigai terisi BBM bersubsidi.

Mobil Naas yang mengalami kecelakaan kala itu, mobilnya berwarna Hijau dan di duga milik Inisial (W) warga kecematan Namlea kabupaten Buru.

Sehingga Inisial (W) di duga kuat sudah pemain lama dan juga menjadi pelaku BBM bersubsidi jenis Solar

Penyebab mobil mengalami kecelakaan hingga terbalik di duga mobil mengalami kerusakan mesin. dicurigai mobil tersebut mengangkut BBM bersubsidi sebanyak 9 tong plastik.(ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.