Diduga Mendapat Tekanan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Salmon Purimahua Dikabarkan Mabuk Hingga Tertidur di Jalan Raya

oleh -28 Dilihat
oleh

LOKI.nusainanews.com – Sejumlah warga Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, melaporkan adanya peristiwa yang diduga melibatkan Pejabat Kepala Desa Loki, Salmon Purimahua, pada Sabtu (20/6/2026) malam. Informasi tersebut disampaikan warga kepada media ini melalui sambungan telepon seluler.

Menurut keterangan sejumlah warga, Salmon Purimahua diduga terlihat mengonsumsi minuman keras bersama beberapa rekannya hingga larut malam. Warga mengaku melihat yang bersangkutan berada dalam kondisi mabuk berat dan beberapa kali menyampaikan berbagai pernyataan terkait rencana aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/6/2026).

Warga menuturkan bahwa dalam kondisi tersebut, Salmon Purimahua diduga berulang kali menyampaikan kekhawatirannya mengenai posisinya sebagai Pejabat Kepala Desa Loki. Menurut warga, yang bersangkutan terdengar mengatakan bahwa apabila aksi demonstrasi tidak terlaksana, dirinya berpotensi dicopot dari jabatannya.

Selain itu, warga juga mengaku mendengar Salmon Purimahua menyampaikan bahwa dirinya telah menerima tekanan dari pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Dalam penuturan warga, Salmon Purimahua diduga mengatakan bahwa apabila sejak awal mengetahui kondisi yang dihadapinya saat ini, dirinya tidak bersedia menerima jabatan sebagai Pejabat Kepala Desa Loki.

Masih berdasarkan keterangan warga, Salmon Purimahua juga diduga mengeluarkan pernyataan yang mengaitkan penugasannya sebagai Pejabat Kepala Desa Loki dengan rencana investasi pertambangan nikel yang disebut-sebut akan beroperasi di kawasan Hutan Laala dan Hutan Tanah Goyang. Namun demikian, seluruh pernyataan tersebut masih berupa pengakuan yang disampaikan warga dan belum dapat diverifikasi kepada pihak-pihak yang disebutkan.

Warga juga mengaku mendengar adanya pernyataan yang diduga mengarah pada upaya mendorong keterlibatan sejumlah kepala dusun dalam aksi demonstrasi yang akan berlangsung pada Senin mendatang. Bahkan, menurut warga, terdapat pernyataan yang menyebutkan bahwa kepala dusun yang tidak ikut serta dalam aksi tersebut dapat digantikan dari jabatannya.

Dalam keterangannya kepada media ini, warga juga menyebut bahwa Salmon Purimahua diduga secara khusus menyebut nama Kepala Dusun Tanah Goyang, Jusmin, yang menurut warga diklaim telah menyatakan dukungan terhadap rencana aktivitas pertambangan nikel di wilayah tersebut. Selain itu, warga mengaku mendengar adanya pernyataan yang ditujukan kepada Kepala Dusun Siaputih yang diduga berisi ancaman pencopotan jabatan apabila tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi. Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih merupakan keterangan warga dan belum memperoleh tanggapan maupun klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan.

Menurut warga, kondisi mabuk yang dialami Salmon Purimahua diduga semakin parah hingga menyebabkan yang bersangkutan tertidur di badan jalan dalam kawasan perkampungan Loki. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Warga mengaku melihat beberapa rekan Salmon Purimahua kemudian mengangkat dan membawa yang bersangkutan ke salah satu rumah di sekitar lokasi setelah mengetahui keberadaannya di jalan raya.

Warga juga melaporkan bahwa suasana pesta minuman keras tersebut sempat diwarnai teriakan dari salah seorang peserta yang menyatakan bahwa aksi demonstrasi tetap harus berlangsung pada hari Senin. Menurut warga, orang tersebut juga diduga menyampaikan bahwa kepala dusun yang tidak bersedia ikut serta sebaiknya digantikan dengan orang lain. Ucapan tersebut, menurut warga, sempat menjadi bahan perbincangan dan tertawaan masyarakat yang menyaksikan kejadian itu.

Tidak lama kemudian, kegiatan tersebut dikabarkan berakhir setelah seorang perempuan yang disebut sebagai istri salah satu anggota BPD mendatangi lokasi dan memprotes keberadaan suaminya dalam kegiatan pesta minuman keras tersebut. Kehadirannya disebut membuat suasana yang sebelumnya ramai menjadi bubar.

Atas berbagai peristiwa yang mereka saksikan, sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, khususnya Bupati Seram Bagian Barat, dapat melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Desa Loki. Warga juga meminta agar seluruh informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui proses klarifikasi dan pemeriksaan yang objektif sesuai ketentuan yang berlaku.(Mozes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.