Ambon, NusaInaNews.com – Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-450 Kota Ambon yang jatuh pada 7 September 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar doa bersama secara Islam sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan doa bersama berlangsung di Gedung Islamic Center Ambon, Kamis (4/9/25), setelah sebelumnya diawali doa bersama umat Kristen di Gereja Maranatha pada pagi hari.
Doa lintas iman ini menjadi wujud kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam menyambut momentum bersejarah kota yang genap berusia 4,5 abad.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutat menegaskan bahwa HUT Kota Ambon tahun ini mengangkat tema “Bergerak Bersama Par Ambon, Maluku, dan Indonesia Pung Bae”.
Tema tersebut, mencerminkan semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dalam membangun Ambon yang lebih baik.
“Tema ini mengajak seluruh warga dan pemkot untuk memberikan cinta dan melakukan hal-hal positif bagi kota ini. Semangat kebersamaan tidak hanya berlaku untuk Ambon, tetapi juga untuk Maluku dan Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan perjalanan panjang Kota Ambon yang telah melewati berbagai pasang surut, termasuk tragedi sosial di masa lalu. Namun, Ambon berhasil bangkit dan kini dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi dan kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari perjuangan para pemimpin terdahulu dan seluruh komponen masyarakat. Karena itu, kita harus terus menjaga persaudaraan dan solidaritas agar Ambon semakin maju, aman, damai, dan sejahtera,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Baznas Kota Ambon turut menyerahkan 50 paket sembako kepada warga mustahik.
Acara kemudian diisi tausiyah oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, H.R.A. Fachrurrazy Hasannusi, yang menekankan pentingnya doa, zikir, dan rasa syukur dalam peringatan HUT Kota Ambon ke-450 yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Ini momen luar biasa untuk memperbarui amal saleh dan niat kita agar lebih baik bagi diri sendiri, bangsa, negara, dan tentunya agama,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa dan zikir bersama yang dipimpin Ustaz Abdurrahman Tuanaya. (NI-01)






