Felix Audy Tissera Resmi Dilantik Jadi Raja Negeri Urimessing

oleh -455 Dilihat
oleh

Ambon, Nusainanews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena Resmi Lantik Felix Audy Tissera sebagai Kepala Pemerintah Negeri Urimessing periode 2025-2033, Jumat (30/5/2025).

Pelantikan berlangsung di Gereja Eirene, Kampung Siwang, Negeri Urimessing, berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Ambon Nomor 2343 Tahun 2025.

Wali Kota Ambon, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar atas kepemimpinan Raja yang baru.

Wali Kota, menegaskan bahwa kehadiran Raja definitif sangat penting untuk menata Pemerintahan Negeri (PemNeg) adat secara maksimal, menjaga nilai-nilai adat istiadat, dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal di tengah masyarakat.

“Raja hadir bukan untuk menceraiberaikan, tetapi untuk mempersatukan. Raja harus menjadi pemimpin yang melayani, bukan pemimpin yang minta dilayani,” tegasnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa seluruh proses Adat dalam pemilihan Raja telah berjalan sesuai mekanisme yang sah tanpa intervensi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Dirinya menyebut bahwa peran pemerintah hanya sebatas memfasilitasi, bukan menentukan hasil.

“Kami tidak mencampuri urusan adat. Kami hanya mulai berproses ketika Badan Saniri Negeri mengusulkan bakal calon Raja kepada kami. Maka, pelantikan hari ini menjadi bukti bahwa semua proses telah selesai dan sah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan Raja Felix Audy Tissera agar memegang teguh janji leluhur, mematuhi aturan yang berlaku, dan menjalankan PemNeg dengan Adil dan Bijaksana.

“Ingat janji orang tatua, ingat janji para leluhur. Sapa bale batu, batu bale dia. Sapa langgar sumpah, sumpah makan dia,” pesan Wali Kota menggunakan dialek Ambon.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Negeri Urimessing untuk mendukung kepemimpinan Raja Felix dan menghentikan segala bentuk polemik yang berpotensi memecah-belah persatuan.

“Kalau kita percaya bahwa jabatan ini direstui Tuhan dan leluhur, maka mari kita terima dengan hati yang besar. Waktunya untuk bersatu membangun negeri yang kita cintai ini,” ucapnya.

Wali Kota juga menyinggung visi Pemkot Ambon yakni menjadikan Ambon sebagai kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. Visi tersebut, menurutnya, hanya bisa dicapai dengan dukungan semua pihak, termasuk para raja negeri adat.

“Jangan kerja karena mau pujian, jangan kerja karena ingin menjadi orang hebat. Hentikan semua itu. Bekerjalah dengan ikhlas agar kita semua bisa dikenang sebagai pelaku sejarah yang baik bagi Kota Ambon,” pungkasnya. (NI-A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.