ICMI Kota Ambon Periode 2025–2030 Resmi Dilantik: Sinergi dengan Pemkot Didorong, Wujudkan Ambon Inovatif dan Sejahtera

oleh -1153 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Ambon periode 2025–2030 resmi dilantik di Grand Avira, Ambon, Sabtu (01/11/2025).

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Provinsi Maluku, Dr. Ruslan H.S. Tawari, M.Si, berdasarkan Surat Keputusan MPW ICMI Provinsi Maluku Nomor 045/SKO-PW/ICMI/08/2025.

Mengusung tema “Sinergitas ICMI dan Pemerintah Kota Ambon Menuju Transformasi Pembangunan Daerah yang Inovatif, Mandiri dan Sejahtera”, kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, sejumlah pejabat pemerintah, tokoh agama, dan perwakilan organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan pentingnya sinergi antara ICMI dan Pemerintah Kota dalam membangun daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Ia menyoroti dua persoalan besar yang menjadi fokus bersama, yakni sampah laut di Teluk Ambon dan konflik sosial berbasis kedaerahan.

“Teluk Ambon yang indah ini bisa saja tinggal kenangan kalau kita tidak segera tangani persoalan sampah. Pemerintah kota terus berupaya, tapi masyarakat juga harus ikut terlibat. Ini tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Selain isu lingkungan, Wattimena juga menyoroti meningkatnya tindakan kriminal dan perkelahian antarwarga. Ia mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Ambon.

“Kalau mau tinggal di Ambon, stop bawa kampung ke sini. Ambon ini rumah bersama. Mari kita jaga dengan rasa memiliki,” tegasnya.

Wattimena berharap ICMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan solusi terhadap persoalan sosial, lingkungan, dan pembangunan manusia.

“Semoga ICMI menjadi terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai intelektual yang mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Ketua MPW ICMI Provinsi Maluku, Dr. Ruslan H.S. Tawari, menekankan bahwa peran cendekiawan sangat menentukan arah kemajuan sebuah kota.

“Kota yang maju pasti memiliki cendekiawan yang kuat. Karena itu, kehadiran ICMI di Ambon harus menjadi kekuatan pemikiran dan tindakan yang konstruktif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ruslan juga mendorong ICMI untuk aktif memberikan solusi berbasis pengetahuan dan advokasi kebijakan publik, terutama terkait isu lingkungan, tata ruang, dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua ICMI Orda Kota Ambon yang baru dilantik, Dr. A. Manaf Tubaka, M.Si, menyatakan bahwa kepengurusannya akan berfokus pada pemberdayaan intelektual dan penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan kembali semangat pendirian ICMI yang digagas oleh B.J. Habibie dan Nurcholish Madjid (Cak Nur) sebagai wadah para cendekiawan muslim untuk turut membangun bangsa.

“ICMI lahir dari kesadaran untuk menyatukan kaum intelektual yang peduli pada ketidakadilan sosial dan mau bertanggung jawab memperbaikinya,” jelas Tubaka.

Dengan mengusung slogan “Beta par Ambon, Ambon par samua”, ICMI Kota Ambon berkomitmen bekerja untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan asal-usul.

Ke depan, organisasi ini akan menindaklanjuti 18 bidang kerja prioritas, di antaranya bidang kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelantikan pengurus ICMI Kota Ambon periode 2025–2030 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan intelektual muslim.

Dengan semangat sinergi dan komitmen bersama, ICMI diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan menuju Ambon yang inovatif, mandiri, dan sejahtera. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.