Jelang Ramadhan 1447 H, Pemprov Maluku Waspadai Lonjakan Harga 11 Komoditas Strategis

oleh -19804 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan stok bahan pangan jelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi aman. Namun demikian, potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pokok tetap menjadi perhatian utama, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri yang selama ini identik dengan peningkatan permintaan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Faradilla Attamimi, menegaskan pihaknya telah melakukan langkah antisipatif berdasarkan evaluasi tren inflasi dua tahun terakhir. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers ketahanan pangan daerah yang dipimpin Asisten II Setda Maluku, Kasrul Selang, di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/2/2026).

Menurut Faradilla, momentum hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadhan, Idul Fitri, dan Nyepi kerap memicu kenaikan harga akibat lonjakan konsumsi. Namun, Ramadhan dan Idul Fitri menjadi fokus pengawasan paling ketat karena dampaknya yang lebih luas terhadap daya beli masyarakat.

“Berdasarkan evaluasi Maret 2024 hingga Februari 2025, kami telah memetakan komoditas yang berpotensi menyumbang inflasi pada 2026. Fokus pengendalian tetap pada beras, minyak goreng, dan sejumlah komoditas hortikultura,” ujarnya.

Data pemantauan inflasi menunjukkan sedikitnya 11 komoditas utama yang kerap menjadi penyumbang tekanan harga. Selain beras dan minyak goreng, komoditas lain yang masuk dalam daftar pengawasan antara lain bensin, cabai, serta kacang panjang.

Pemerintah daerah kini memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi. Langkah tersebut mencakup pemantauan harga harian, operasi pasar jika diperlukan, serta optimalisasi kerja sama antarwilayah guna memastikan kelancaran suplai.

Pemprov Maluku juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), karena stok dinilai mencukupi hingga pasca-Idul Fitri.

Dengan pengawasan ketat dan kesiapan distribusi, pemerintah berharap tekanan inflasi dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.