Piru, Nusainanews.com – 6 Mey 2025, menyikapi pemberitaan pada media on line lensaperistiwa. Com pada tanggal 25 mey 2025 yang meminta jaksa membidik DD/ADD Desa kaibobo, Raja Negeri Kaibobo, Alex Kuhuwael angkat bicara mengklarifikasi berita tersebut.
Menurut Raja Negeri Kaibobo, Alex Kuhuwael, pembangunan balai kemasyarakatan tersebut, bersumber dari ADD (alokasi dana desa) bukan dari DD (dana desa), penggunaan anggaran untuk pembangunan balai kemasyarakatan tersebut, ditetapkan senilai Rp. 86.313.000 di awal APBDs, bukan Rp. 56.313.000, tetapi pada bulan oktober, telah dilakukan perubahan APBDs, sehingga anggaran untuk balai kemasyarakatan tersebut menjadi Rp. 56.528.400. Disini telah terjadi pengurangan anggaran senilai Rp. 29.784.600, yang dialihkan untuk kegiatan proklim, sehingga perencanaan untuk plamir, pengecatan, plavon, listrik dan tehel, terpaksa dihilangkan sehingga balai tersebut hanya sebatas bangunan utuh dengan berlantai semen tanpa dicat, tidak menggunakan tehel, listrik dan plavon. Pembangunan gedung ini juga semula berukuran panjang 9.m dan lebar 6.m, tetapi ditambahkan lagi 3.m sehingga menjadi panjang 12.m dan lebar 6.m. pekerjaan pembangunan ini, telah selesai dilakukan sampai pada bulan desember 2024.
Lanjut Raja Kaibobo, Alex Kuhuwael, pembangunan drainase ditetapkan dengan nilai Rp. 84.915.000 bukan Rp. 85.215.000, untuk drainase ini panjangnya 200.m tetapi dalam pekerjaannya perlu ada penambahan ukuran serta diperlukan gorong-gorong untuk drainase tersebut, sehingga pada saat perubahan APBDs, ditambahkan anggaran senilai Rp. 77.512.815, untuk penambahan drainase sepanjang 150.m dan penambahan satu gorong-gorong dengan nilai Rp. 21.162.600, sehingga total anggaran sebesar Rp. 183.590.415. Untuk drainase 350.m dan satu buah gorong-gorong.
Untuk tahapan pekerjaan, telah dilakukan penyelesaian sepanjang 275.m dan tersisa 75.m, dikarenakan kondisi cuaca hujan terus menerus, sehingga pekerjaan sempat terhenti, tetapi bukan berarti tidak dikerjakan, ini tetap dikerjakan sampai selesai.
Terkait kendaraan Kaisar yang dikatakan dalam pemberitaan rusak, menurut Raja Kaibobo itu tidak rusak, kendaraan tersebut masih baik-baik saja. Dalam pemberitaan tersebut, juga disinggung petugas kebersihan tidak bekerja tetapi dibayar, itu juga tidak benar. Petugas kebersihan bekerja sesuai dengan SK yang ditetapkan serta diberikan honor, tutup Raja Kaibobo, Alex Kuhuwael. (NI-Mozes)






