Krisis Air Bersih di Kebun Cengkeh, DPRD Minta PDAM Bertindak Cepat

oleh -4647 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Warga Kebun Cengkeh, Kota Ambon, mengeluhkan pendistribusian air bersih oleh PDAM yang sudah tidak mengalir ke rumah-rumah selama kurang lebih dua minggu terakhir. Keluhan tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PKS, Rostina Hasyim, saat diwawancarai awak media pada Selasa (06/1/2025),

Rostina mengakui dirinya mendatangi kantor PDAM untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kebun Cengkeh yang ramai memperbincangkan persoalan krisis air bersih tersebut.

“Sudah bisa dipahami bahwa air ini adalah kebutuhan dasar karena semua orang butuh air,” ujar Rostina.

Ia menjelaskan, informasi terkait kendala distribusi air diperolehnya langsung dari percakapan dengan masyarakat, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak di kompleks tempat tinggalnya.

Hal itu mendorongnya untuk singgah ke kantor PDAM dan bertemu langsung dengan pihak manajemen, dalam hal ini Jefri. Menurut penjelasan yang diterimanya, kata Rostina, telah terjadi kerusakan pada lima unit mesin PDAM. Bahkan, mesin yang baru dipasang pun mengalami kerusakan, sehingga pihak PDAM sempat kebingungan dan menduga adanya gangguan dari pihak PLN.

“Setelah diperiksa ternyata memang betul terjadi kesalahan akibat kebocoran,” jelasnya.

Rostina menambahkan, upaya perbaikan terus dilakukan. Namun, proses perbaikan sempat terhambat akibat adanya konflik di wilayah STAIN, dekat kantor PDAM, yang terdampak lemparan.

Kondisi tersebut menyebabkan para teknisi yang bertugas terpaksa menghindar demi keselamatan. Beberapa waktu kemudian, barulah perbaikan kebocoran di wilayah tersebut dapat kembali dilanjutkan.

“Mereka janji kepada saya, karena saya butuh kepastian kapan air bisa normal kembali. Mereka bilang insya Allah kalau bukan hari Sabtu atau Minggu, paling lambat tanggal 10, itu janji mereka,” ungkap Rostina.

Terkait pendistribusian air ke rumah-rumah warga, Rostina meminta agar PDAM menetapkan jadwal distribusi yang jelas.

Menurutnya, kepastian jadwal sangat penting agar masyarakat dapat menyesuaikan waktu, terutama bagi warga yang harus meninggalkan rumah untuk bekerja atau ke pasar.

“Kalau malam ya malam, pagi ya pagi. Itu yang kita minta. Dan khususnya daerah-daerah yang berada di dataran lebih tinggi harus dipikirkan bagaimana caranya supaya semua memperoleh air. Tidak bisa disamakan antara wilayah dataran rendah dan dataran tinggi, karena jika distribusi dilakukan bersamaan dengan waktu yang singkat, maka yang paling terdampak adalah warga di dataran tinggi,” tandasnya.

Rostina berharap janji yang disampaikan pihak PDAM dapat direalisasikan sehingga seluruh masyarakat Kota Ambon dapat kembali menikmati layanan air bersih secara normal.

Ia juga meminta agar PDAM mengisi seluruh bak penampungan air di masjid-masjid yang terdampak akibat kerusakan mesin, guna memenuhi kebutuhan air masyarakat sementara waktu. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.