Ambon, Nusainanews.com – Tak hanya dikenal sebagai Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena juga memegang peran strategis sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon. Dalam Konferensi IV IGTKI-PGRI Kota Ambon 2025 yang digelar di Hotel Marin, Ambon , pada Selasa (29/04), Lisa menegaskan komitmennya untuk memajukan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pendekatan holistik — dari sekolah hingga ke lingkungan keluarga.
“Pendidikan adalah tiket ke masa depan,” kutip Lisa, mengawali sambutannya dengan kata bijak Malcolm X, menegaskan bahwa masa depan bangsa bergantung pada bagaimana anak-anak dipersiapkan hari ini.
Di hadapan ratusan guru PAUD, Lisa menguraikan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar tugas akademik. “Ini adalah kerja peradaban. Guru, orang tua, dan komunitas harus bergandengan tangan membentuk karakter, akhlak, serta kecerdasan sosial anak-anak kita,” ujarnya.
Sebagai Ketua TP-PKK, Lisa Wattimena juga menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan gerakan keluarga, terutama dalam isu penanganan stunting. Ia mendorong guru TK untuk aktif mengedukasi para orang tua dalam membiasakan pola makan sehat dan bergizi sejak dini.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari PAUD. Guru menjadi agen perubahan di sekolah, PKK bergerak di rumah dan lingkungan. Ini kerja bersama,” tegasnya.
Apresiasi pun diberikan Lisa kepada Ketua IGTKI-PGRI Kota Ambon, Dessy Sopacua, serta seluruh jajaran pendidik yang disebutnya sebagai “ujung tombak pembentukan generasi bangsa.” Ia berharap konferensi ini menjadi momentum lahirnya program-program inovatif yang mampu menjawab tantangan pendidikan anak usia dini ke depan.
Konferensi dihadiri berbagai tokoh pendidikan, di antaranya Ketua IGTKI-PGRI Provinsi Maluku Ibu Thea, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ambon, Yanti Wakano, Ketua PGRI Kota Ambon, A.G. Latuheru, dan Ketua HIMPAUDI Kota Ambon, Ika Pollatu.
Mengakhiri sambutannya, Lisa Wattimena menyerukan tekad untuk terus bergerak bersama. “Membangun generasi emas bukanlah tugas mudah, tetapi dengan hati, komitmen, dan kolaborasi, kita bisa menyiapkan anak-anak Ambon untuk menjadi pemimpin Indonesia masa depan.” tutupnya. (NI-A)






