Maluku Dapat Jatah 3.000 Rumah Subsidi, Gubernur Hendrik Lewerissa Tegaskan Pembangunan Berbasis Data Valid

oleh -282 Dilihat
oleh

Jakarta, NusaInaNews.com – Maluku mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Selasa (16/9/2025), di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Wisma Mandiri II Jakarta.

Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menandatangani Nota Kesepakatan Sinergitas Penyediaan dan Pemutakhiran Data serta Penyelenggaraan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan ASN di Maluku.

Kesepakatan ini diperkuat dengan penandatanganan lanjutan oleh para bupati dan wali kota se-Maluku, disaksikan pihak BTN, BP Tapera, Anggota DPR RI Saidah Uluputty, Ketua DPRD Maluku Benhur, serta stakeholder terkait lainnya.

Langkah ini menjadi terobosan penting untuk memastikan penyaluran rumah subsidi lebih tepat sasaran.

Melalui kerja sama tersebut, Kementerian PKP bersama BP Tapera mengalokasikan 3.000 unit rumah subsidi untuk MBR dan ASN di Maluku pada tahun 2025.

Harapannya, semakin banyak masyarakat dan aparatur sipil negara dapat memiliki hunian layak di tengah tantangan geografis daerah kepulauan.

Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya data akurat dalam kebijakan perumahan.

Ia mengingatkan bahwa Presiden telah menegaskan kebijakan berbasis satu data, yaitu data BPS.

“Saran saya abis ini bapak rapat dengan BPS. Data itu penting, jangan pakai data lain selain data BPS,” tegasnya.

Selain itu, Menteri memberi apresiasi kepada Gubernur Hendrik Lewerissa yang hadir bersama tim lengkap. “Kami menghormati bapak Gubernur. Ini timnya lengkap,” ujarnya.

Gubernur Hendrik Lewerissa dalam kesempatan itu menegaskan komitmen Maluku dalam pembangunan berbasis data valid.

“Dengan data BPS, target penerima bantuan bisa disasar tepat. Jadi kita tidak salah dalam menyalurkan program ini,” ujarnya.

Menutup forum, Menteri kembali memastikan kesiapan daerah. “Kuota untuk rumah bersubsidi 3.000, siap terserap tahun 2025?” tanyanya. Dijawab tegas oleh Gubernur Hendrik Lewerissa: “Siap!”

Jawaban lantang tersebut menjadi simbol komitmen. Bahwa di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa, Maluku sedang diperjuangkan bukan hanya dengan janji, tetapi dengan strategi berbasis data dan kesungguhan agar rakyat benar-benar merasakan hasil pembangunan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.