Ambon, Nusainanews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar program Walikota dan Wakil Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR), yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Jumat (11/4/2025).
Demikian, harus diakui program WAJAR ini sangat baik. Sebagai upaya menyaring aspirasi dan keluhan langsung dari masyarakat.
WAJAR ini menjadi agenda mingguan setiap Jumat yang berlangsung mulai pukul 08.00–10.00 WIT.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Kota Ambon datang berbondong-bondong untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Wakil Wali Kota, Ely Toisutta, Sekretaris Kota, Robby Sapulette, dan seluruh pimpinan OPD di lingkup Pemkot Ambon.
Warga masyarakat menyampaikan beberapa persoalan yang didengar langsung oleh Wali Kota Ambon antara lain ;
1. Banjir yang sering terjadi di sekitar kantor Partai Golkar akibat sumbatan di drainase, hingga menyebabkan kecelakaan.
2. Sengketa mata rumah parenta di Rumah Tiga, yang dijanjikan akan diselesaikan bersama Kabag Pemerintahan.
3. Persoalan sampah dan parkir liar di Pasar Mardika dan Urimessing serta penertiban pedagang kaki lima yang menggunakan bahu jalan.
4. Keluhan dari warga Kuda Mati soal bantuan pemerintah yang tak pernah mereka terima, meski tergolong keluarga kurang mampu, termasuk anak berkebutuhan khusus yang belum pernah mendapat perhatian pemerintah.
5. Persoalan sertifikat tanah adat di Passo yang diklaim oleh pihak asing lewat surat dari Belanda.
6. Dampak pembangunan kantor perpustakaan di Karang Panjang, yang merusak rumah warga sekitar.
7. Pembangunan dapur makan bergizi di atas lahan sengketa.
8. Bantuan rumah pasca gempa 2019 yang belum terealisasi.
9. Masalah SK izin trayek angkutan umum di wilayah Passo, Hunuth, dan Laha.
Menanggapi keluhan masyarakat, Wali Kota Ambon menyatakan bahwa program WAJAR hadir untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendengar dan menindaklanjuti persoalan warga. (NI -A)








