Morits Tamaela: Bantuan Rp250 Juta untuk NTT Bentuk Solidaritas Ambon

oleh -3 Dilihat
oleh
Ambon. Nusainanews.com — DPRD Kota Ambon bersama Pemerintah Kota Ambon sepakat memberikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp250 juta bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keputusan tersebut menjadi bentuk solidaritas pemerintah dan masyarakat Kota Ambon terhadap warga di sejumlah wilayah NTT yang masih menghadapi dampak bencana.
Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, menyampaikan keputusan itu setelah rapat bersama Pemerintah Kota Ambon. Dalam wawancara dengan wartawan di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026),
Tamaela mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kesepakatan DPRD bersama pemerintah kota.
“Berdasarkan rapat dengan Pemerintah Kota Ambon yang baru berlangsung dari kemarin, hari ini kami DPRD Kota Ambon bersama rekan-rekan menyampaikan bahwa kami masih dalam luka bersama peristiwa bencana yang terjadi di NTT,” utarnya
Bantuan senilai Rp250 juta tersebut, lanjut  Tamaela, akan disalurkan melalui pemerintah atau delegasi Pemerintah Kota Ambon untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah maupun posko penanganan pengungsi di kabupaten-kabupaten yang terdampak. Mekanisme tersebut dinilai penting agar bantuan dapat diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. BMKG mencatat episenter gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu potensi tsunami dan dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan.
Dampak bencana terus meluas seiring proses pendataan. Data BNPB yang dihimpun hingga 27 Agustus mencatat 84.562 rumah rusak di sejumlah kabupaten terdampak, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka.  Pemerintah juga terus menjalankan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Tamaela menegaskan bahwa nilai bantuan tidak semata-mata harus dilihat dari nominal. Menurut dia, keputusan Pemerintah Kota Ambon dan DPRD lebih menitikberatkan pada pesan solidaritas antardaerah serta kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
“Pada prinsipnya, ini sebagai bentuk kebersamaan dari warga Kota Ambon dengan DPRD dan pemerintah terhadap persoalan yang dialami saudara-saudara kita. Semoga keikhlasan dan ketulusan kami ini tidak dinilai dari nominal, tetapi dari kepedulian kami untuk terus bersama-sama dengan saudara-saudara kita di NTT,” tegasnya
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Tamaela juga menilai penanganan bencana membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
“Semoga secepatnya pemulihan terhadap dampak bencana itu bisa dilaksanakan secara bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh kabupaten kota yang ada di Republik ini,” ujarnya.
Menurut Tamaela, keputusan memberikan bantuan juga telah mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Ia menyebut terdapat ruang anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di daerah lain yang sedang menghadapi bencana, tanpa mengabaikan kebutuhan penanggulangan bencana di Kota Ambon sendiri.
“Bukan saja kita mengantisipasi bencana di daerah kita. Kita telah bersepakat sebagai bentuk solidaritas kita terhadap peristiwa bencana yang terjadi di manapun itu terjadi. Dalam kesempatan ini kita memiliki sedikit kelebihan saldo yang bisa dimanfaatkan, mumpung dan kita berdoa tidak terjadi bencana di daerah kita sehingga kita tidak kekurangan dana dimaksud. Kita lebih membantu orang yang lagi membutuhkan,” jelasnya
Keputusan Ambon mengirimkan bantuan datang ketika penanganan dampak gempa NTT masih berlangsung. Pemerintah pusat sebelumnya juga telah mengalokasikan dukungan sebesar Rp200 miliar, terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan Rp20 miliar untuk masing-masing delapan kabupaten terdampak di Flores.  Dengan demikian, bantuan dari Ambon menambah rangkaian dukungan solidaritas yang mengalir dari berbagai daerah untuk masyarakat NTT.
Bagi Pemerintah Kota Ambon dan DPRD, bantuan Rp250 juta tersebut bukan sekadar transfer anggaran, melainkan pesan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab kemanusiaan lintas daerah. Di tengah kebutuhan pemulihan yang masih besar, bantuan tersebut diharapkan dapat segera sampai kepada warga terdampak melalui mekanisme pemerintah dan posko pengungsian yang ditetapkan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.