Pemuda LIRA Maluku Gaungkan Perang Melawan Narkoba di Kalangan Milenial

oleh -673 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda LIRA Provinsi Maluku periode 2024–2027 menggelar Dialog Pemberantasan Narkoba di Kalangan Kaum Milenial, Sabtu (11/10/2025), bertempat di lantai 4 Hotel Grand Avira, Kota Ambon.

Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam mengajak generasi muda untuk menjauhi narkoba dan memperkuat ketahanan sosial di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Dialog ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi strategis, yaitu Koordinator Bidang Pencegahan BNNP Maluku Rizky Pratama Masuku, SH dan Kepala Dinas Sosial Kota Ambon drg. Wendy Pelupessy, M.Kes. Acara dipandu oleh moderator Kaimudin Laitupa, SH.

Ketua Pemuda LIRA Provinsi Maluku, Salim Rumakefing, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program untuk menyasar langsung kalangan pelajar tingkat SMP, SMA hingga Mahasiswa.

“Kami mengajak generasi muda Maluku untuk menjauhi narkoba karena dampaknya sangat merusak kesehatan dan masa depan. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berlanjut dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah dan BUMN,” ujar Salim.

Ia menambahkan, Pemuda LIRA akan melakukan sosialisasi secara bertahap ke sekolah-sekolah di Kota Ambon, dengan tujuan menciptakan generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani serta terbebas dari pengaruh narkotika.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy, menyoroti bahwa narkoba tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan, tetapi juga memperparah persoalan sosial, khususnya di kalangan remaja.

“Kita perlu memperkuat pendidikan keluarga, agama, dan lingkungan. Peran sekolah dan media sosial juga penting dalam membentuk karakter anak muda agar tidak mudah terjerumus. Kegiatan seni, olahraga, dan keterlibatan aktif di sekolah adalah benteng penting,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya temuan kasus penyalahgunaan lem Aibon di kalangan remaja, namun keterbatasan fasilitas seperti rumah singgah menjadi tantangan utama dalam proses rehabilitasi dan pembinaan.

“Kami berharap ke depan Kota Ambon bisa memiliki rumah singgah agar anak-anak yang terjerumus bisa dibina dan dibekali keterampilan sebelum kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Rizky Pratama Masuku dari BNNP Maluku menilai kegiatan yang digagas Pemuda LIRA merupakan langkah positif dan komprehensif dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba.

“Materi yang disampaikan hari ini mencakup dari awal, mulai dari data prevalensi, jenis pengguna, sampai mekanisme rehabilitasi. Semua Puskesmas dan rumah sakit di Ambon siap menerima pengguna yang ingin melapor secara sukarela,” jelas Rizky.

Ia menambahkan, jika tingkat kecanduan sudah parah, pengguna bisa dirujuk ke pusat rehabilitasi di Baddoka, Makassar karena Maluku belum memiliki fasilitas rehabilitasi tingkat lanjut.

Rizky berharap kegiatan serupa bisa direplikasi oleh komunitas lainnya, baik dari tingkat kelurahan, RT, maupun sekolah.

Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba adalah bagian dari “proxy war” yang menyerang generasi muda secara perlahan.

“Jika generasi muda kita rusak karena narkoba, maka masa depan bangsa juga akan ikut hancur. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.