Penataan Kawasan Wainitu Kota Ambon  ,Jadi Aikon baru

oleh -0 views
oleh
Ambon.nusaunanews.com – Pantai  Wainitu Kelurahan Nusaniwe Kota Ambon sebelum melalukan penataan sangat  jauh berbeda dengan yang sekarang,pemukiman
 Masyarakat sebagian besar tempat masak (dapur)  berhadapan dengan laut, banyak sampah tidak di tata dengan bsik, ,namun jika  dibandingkan dengan kondisi sekarang,perumahan masyarakat paling depan(teras) sudah menghadap ke laut,sudah  tertata juga dengan baik dan Indah sangat luar biasa.
Penataan kawasan Wainitu oleh  Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah ( BPPW) Maluku di bangun dengan  dana APBN sebanyak kurang lebih rp.15 milyard dan dilaksanakan secara bertahap mulai Tahun  2018, 2019, 2O21,2022 dan 2023.
” Penataan dan skep ini telah merubah kawaan wainitu menjadi bagian dari etalase KOta Ambon Aikon baru yang dapat dijadikan sebagai tempat berinteraksi dan tempat berekreasi bahkan jika dapat kita manfaatkan secara maksimala maka akan menjadi  tempat untuk peningkatan ekonomi pelaku UMKM.”Hal ini disampaikan Penjabat Walikota Boedewin Wattimena dalam sambutannya saat menerima penyerahan Pengelolaan Aset kawasan Pantai Wainitu  Kementerian PUPR melalui BPPW Maluku oleh Ka Balai Riza Rezka dan sekaligus  mengkukuhkan Tim pengelolaan  Jumat,11 Agustus 2023 di Wainitu .
Pemerintah Kota  mengucapkan terima kasih kepada kementerian PUPR lewat kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Maluku atas apa yang sudah dibuat Kota Ambon.”ucapnya
Pemanfaatan tersebut,menurut Boedewin,tinggal bagaiamana tim yang baru dikukuhkan dapat memanfaatlan kawasan ini lewat kebijakan- kebijakan pengaturan saja untuk dijadikan sebagai tempat berreaksi berintekrasi,sekaligus dapat menjadikan tempat untuk peningkatan ekonomi  masyarakat.”
“Kita pahami sungguh  bahwa keberadaan taman sangat  penting  dalam perencanaan perkotaan.Karena  banyak manfaat.Selain fungsi ekologi masih banysk lagj fungsinya dari fungsi estetis dan fungsi fanologi.” Bukan Tanpa Alasan( BTA) ,tapi keberadaan taman kota disebut sebagai surga perkotaan atau perubahan Paradise.”ujarnya
“Selain  sebagai estetika maupun instrumen pembentuk Kesehatan Kota ,keberadaan tambah Boedewin, taman juga   sebagai paru-paru Kota penghasil oksigen.hal ini di amanatkan dalam undang- undang agraria bahwa 30 persen  total wilayah sebagai ruang terbuka hijau atau ruang terbuka publik.” Kita mungkin belum cukup sampai 30% .”setusnya
Dikatakannya,ruang terbuka publik pantai wainitu akan memberi dampak.positif meningkatakan perekomokian warga wainitu jika dikolah secara baik dan serius .
Pemkot merencanakan pasar  Wainitu yang di bangun sudah berpuluh- puluh Tahun tidak fungsikan masyarakat itu akan  dijadikan sebagai pasar oleh-oleh.
Boedewin Minta Dinas terkait segerah mengurus sebagai pasar oleh – oleh diruangan  yang tertutup  publik kalau dilakukan pengembangan  bisa menjadi tempat yang layak untuk pelaku-pelaku UMKM di sana,berdampingan dengan  kawasan wainitu dalam rangka terus mendukung aikon Kota Ambon Ambon sity musik.”pintahnya
“Pengoprasian dan pemelihraan taman ini membutuhkan kolaborasi sinergitas dan totalitas baik dari Pemerintah Kota Ambon  maayarakat wainitu maupun pihak swasta.
“Terkait keterlibatan pihak swasta sebagai  simbiosis mutualisme.Karrna memperoleh keuntungan membentuk citra positif perusahannya tapi juga bisa memberikan dampak bagi Kota Ambon.sambung Penjabat Walikota
Selain perang kelompok memanfaatkan dan pemelihara kawasan wainitu kota Ambon, KPP yang telah dibentuk ditetapkan dalam.keputusan walikota ,diharapkan  KPP ini mampu untuk mengelola, menjaga kawsan ini secara baik.Karena dikawasan ini pula kita bisa membawa iven – iven yang dibuat untuk kota ini dilaksanakan di sini.”kunci dari kawasan ini tetap terjaga bukan di KPP, KPP hanya melahirkan kebijakan lengelolaan tapi kincinya ada di warga masyarakat di sekitar Wainitu.”
“Oleh karena itu, basudara yang ada di sekitar pantai wainitu, Pemerintah Kota berterima kasih karena  sudah menjaga selama ini dengan baik.”ucapnya
Kita harapkan setelah nanti di manfaatkan pasar diserahkan oleh balai kepada pemkot saudara- saudara terlibat  untuk  menjaga kawasan ini ,minimal menciptakan keamananan  dan ketertiban  di sini supaya kita  bisa  buat berbagai hal di kawasan itu, lalu dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat disekitar pantai wainitu.”Itu  penting bukan dibangunya tetapi pasca dibangun setelah dserahkan  bagaimana kita menjaga dan mengelolahnya  itu yang berat,supaya jangan pemkot terkesan sudah terima gratis tapi tidak mampu untuk jaga dan mengelolahnya dengan baik.”harapnya
“Saya rasa ini.komitmen bersama baik pemkot lewat tim atau kelompok tadi, camat,lurah apa yang rusak di sini lurah yang bertannggunjawab.”tegasnya (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.