Jakarta, NusaInaNews.com – Upaya memperkokoh ketahanan keluarga dan memperluas praktik moderasi beragama di Maluku mendapat angin segar.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, melakukan pertemuan strategis dengan Wakil Menteri Agama RI, H. R. Muhammad Syafi’i, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (26/2).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara TP PKK Maluku dan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam membangun keluarga berbasis nilai keagamaan yang inklusif dan harmonis.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, Maya Baby Lewerissa menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam menjaga kerukunan di daerah majemuk seperti Maluku.
Menurutnya, penguatan nilai moderasi tidak cukup hanya melalui pendekatan formal, tetapi harus dimulai dari lingkungan rumah tangga.
“Kami ingin memastikan semangat moderasi beragama tumbuh dari keluarga. PKK siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga harmoni sosial di Maluku,” ujarnya.
Sejumlah program prioritas turut dipaparkan, di antaranya pelaksanaan workshop moderasi beragama berbasis keluarga di 11 kabupaten/kota, pelatihan keluarga sakinah dan parenting religius, penguatan kapasitas penyuluh agama perempuan di desa, hingga bantuan sarana keagamaan bagi keluarga pra-sejahtera.
Wakil Menteri Agama, H. R. Muhammad Syafi’i, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai sinergi pusat dan daerah sangat penting untuk memperkuat karakter bangsa melalui penguatan institusi keluarga.
“Ketahanan keluarga adalah kunci stabilitas sosial. Kolaborasi seperti ini perlu diperluas agar nilai-nilai toleransi dan kebersamaan semakin mengakar,” tegasnya.
Audiensi ini juga dihadiri oleh Hj. Maya Suhasni Siregar yang turut mendukung penguatan peran perempuan dalam pembangunan keluarga religius.
Ke depan, kedua pihak berkomitmen menindaklanjuti pembahasan melalui koordinasi bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku serta unit teknis terkait.
Sinergi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga perdamaian, memperkuat kerukunan umat beragama, dan membangun keluarga yang tangguh di Bumi Raja-Raja. (**)





