Ambon.nusainanews.com — Terkait dengan adanya tiga pencalonan pejabat ASN untuk merebut kursi Sekretaris Kota Ambon salah satunya adalah Robby Sapulette ,Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa hubungan kerja dengan Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Roby Sapulette, selama ini berjalan dengan baik dan profesional,Namun tetap membuka peluang kepada kandidat lain untuk mencalonkan diri sebagai Sekkot Ambon. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara bersama wartawan di Ambon Sabtu,18 April 2026
Menurut Walikota, keberadaan Roby Sapulette sebagai Pj Sekkot telah memberikan kontribusi dalam mendukung jalannya pemerintahan. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang telah diberikan kepada yang bersangkutan untuk menjalankan tugas tersebut.
“Beta rasa baik-baik saja. Bersyukur bahwa Sapulette mendapatkan kesempatan untuk sudah bekerja,” ucap Wattimena
Meski demikian, Walikota menegaskan bahwa peluang dalam jabatan pemerintahan tetap terbuka bagi pihak lain yang memiliki kemampuan dan potensi yang setara. Ia menekankan bahwa setiap pejabat memiliki kesempatan yang sama apabila memenuhi kriteria yang ditentukan.
“Tidak menutup kemungkinan orang lain punya potensi yang sama kalau diberikan kesempatan. Karena itu ada hal-hal khusus yang dinilai oleh pejabat pembina kepegawaian,” ujarnya.
Dalam proses penilaian pejabat, Walikota menjelaskan adanya dua pendekatan utama, yakni objektif dan subjektif. Penilaian objektif didasarkan pada aspek administratif seperti kepangkatan, capaian kinerja, serta evaluasi kerja tahunan yang telah ditetapkan.
“Kalau objektif itu soal kepangkatan, soal kinerja, capaian masing-masing yang sudah ditandatangani setiap tahun,” jelasnya.
Sementara itu, penilaian subjektif menurutnya tidak dapat dihindari karena berkaitan langsung dengan pengalaman pimpinan dalam berinteraksi dengan pejabat yang dinilai, terutama terkait integritas dan sikap kerja.
“Subjektivitas dari walikota, karena walikota yang tahu siapa yang punya integritas yang baik, siapa yang tidak,” tegasnya.
Selain faktor internal, Walikota Ambon juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap kinerja pejabat. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap masukan harus disertai dengan data dan fakta yang jelas agar dapat dipertanggungjawabkan.
“Masukan masyarakat itu juga menjadi pertimbangan, tapi masukan yang sesuai data. Saya tidak bisa dipengaruhi oleh asumsi,”pinta Wattimena
Ia menegaskan bahwa informasi yang tidak memiliki dasar kuat atau hanya berupa opini tidak akan mempengaruhi keputusan pemerintah. Hal ini penting untuk menjaga objektivitas dan mencegah adanya upaya menjatuhkan pihak tertentu tanpa bukti.
“Kalau ada yang mau memberikan masukan kepada saya, pastikan kejadiannya jelas. Tapi sepanjang itu hanya asumsi untuk menjatuhkan orang tertentu, tidak akan berpengaruh,” tandasnya.
Dengan penegasan tersebut, Walikota Ambon menunjukkan komitmen dalam menjaga profesionalitas birokrasi serta memastikan bahwa setiap keputusan terkait pejabat diambil secara adil, transparan, dan berbasis pada data yang valid.(*)






