Ronny Loppies: AIMF 2026 Perkuat Posisi Ambon sebagai Kota Musik Dunia

oleh -24 Dilihat
oleh

Ambon , nusainanews com  – Amboina International Music Festival (AIMF) 2026 menjadi momentum bagi Kota Ambon untuk memperkuat posisinya sebagai UNESCO City of Music atau Kota Musik Dunia.

Festival yang digelar untuk memperingati tujuh tahun penetapan Ambon sebagai Kota Musik UNESCO itu tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga forum pertukaran gagasan, pendidikan musik, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Ambon Music Office (AMO) sekaligus Focal Point Ambon UNESCO City of Music, Ronny Loppies, mengatakan AIMF 2026 memasuki penyelenggaraan ketujuh dengan menghadirkan tiga agenda utama.

“Ada tiga agenda utama dalam pelaksanaan AIMF 2026,” ujar Ronny kepada media ini, Jumat (30/10/2026).

Tiga agenda tersebut meliputi Music & Cities Forum, School Musical Recital, dan World Music Concert.

Music & Cities Forum menjadi ruang diskusi yang mempertemukan sejumlah daerah untuk berbagi pengalaman dan gagasan mengenai pengembangan kota berbasis kreativitas, musik, dan budaya.

Selanjutnya, School Musical Recital menampilkan hasil pembelajaran kurikulum muatan lokal wajib musik tradisional dari enam sekolah pilot project dan enam sekolah imbas di Kota Ambon.

Sementara itu, World Music Concert digelar pada 30–31 Oktober 2026 dengan menghadirkan musisi internasional, nasional, dan lokal. Musisi dari Belanda dan Belgia turut ambil bagian melalui kerja sama dengan Erasmus Huis Jakarta.

Ronny menjelaskan, penyelenggaraan AIMF tahun ini memberikan porsi lebih besar kepada musisi lokal dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk membuka ruang lebih luas bagi talenta musik daerah sekaligus menciptakan keseimbangan antara penampilan musisi lokal dan internasional.

Tidak hanya berfokus pada pertunjukan, rangkaian AIMF 2026 juga melibatkan pelaku UMKM. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Ambon.

Menurut Ronny, musik harus dikembangkan tidak hanya sebagai identitas daerah dan sarana hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perluas Kolaborasi Kota Kreatif UNESCO

Selain agenda musik dan pendidikan, AIMF 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarkota kreatif UNESCO.

Ronny mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah bertemu dengan Wali Kota Ambon pada 28 Oktober 2026 untuk membahas sejumlah peluang kerja sama yang akan dikembangkan.

Komunikasi dengan Kota Malang juga dilakukan melalui pertemuan antara Kepala Bappeda Provinsi Maluku dan Kepala Bappeda Kota Malang.

Menurut Ronny, jejaring tersebut membuka peluang kolaborasi antara Ambon sebagai Kota Musik, Ponorogo sebagai Kota Kerajinan dan Kesenian Rakyat, serta Malang sebagai Kota Media Arts.

Selain ketiga daerah tersebut, AIMF 2026 turut melibatkan perwakilan Jakarta dan Kabupaten Manokwari. Kepala Bappeda Kabupaten Manokwari dijadwalkan hadir pada Sabtu untuk mengikuti rangkaian festival.

Ronny berharap, kolaborasi lintas daerah dan komunitas internasional tersebut dapat memperluas pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan kreativitas di antara kota-kota anggota jejaring UNESCO.

Melalui AIMF 2026, ia ingin musik semakin berperan dalam mendukung pendidikan, pelestarian budaya, pengembangan talenta generasi muda, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, penguatan Ambon sebagai Kota Musik Dunia tidak hanya ditunjukkan melalui penyelenggaraan festival, tetapi juga melalui kerja sama dan pengembangan ekosistem musik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.