Salah satu ABK Kapal Pelabuhan Tulehu Melakukan Aksi Perusakan Fasilitas Umum

oleh -361 Dilihat
oleh

AMBON, Nusainanews.com – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tulehu Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, dihebohkan dengan terjadinya perusakan fasilitas umum milik negara berupa bangunan toilet umum, yang digunakan untuk para pengunjung.

toilet tersebut di bangun pada Agustus menggunakan anggaran kementerian dan sudah digunakan, namun ironisnya dengan sengaja terjadi perusakan oleh salah satu ABK Kapal.

Kepala Pelabuhan UPP Kelas II Tulehu melalui bagian Pengelola Informasi dan Dokumentasi, Rusandi yang dikonfirmasi oleh beberapa awak media di ruang kerjanya Rabu, (7/8/24).

Rusandi mengatakan, awal kejadian terjadi sekitar antara jam setengah 7 sampai jam 8 malam, disaat kantor tidak lagi beraktifitas semua pegawai sudah kembali ke rumah, sehingga kejadian tersebut di ketahui oleh petugas security yang bertugas 24 jam.

Petugas security yang sedang menjalankan tugas pengamanan malam melapor hal kejadian tersebut ke pegawai pelabuhan yang kapasitasnya sebagai Koordinator Security bahwa ada terjadi perusakan terhadap toilet umum oleh salah satu Anak Buah Kapal (ABK).

Inisial S merusak dua buah pintu toilet umum yang terkunci, aksi tersebut terjadi akibat pengaruh minuman keras (Miras).”ungkapnya.

“Karena bangunan itu baru saja di bangun, maka toilet di buka sebatas jam kerja selanjutnya di kunci lagi,” tambahnya.

Di Katakan Sandi, ini bukan hal yang baru dilakukan oleh S, namun sudah berulang-ulang kali.

Bahkan kami sudah mediasi menyelesaikan secara kekeluargaan. Tapi yang bersangkutan tidak merubah perilakunya, Sehingga kali ini S, sudah kami laporkan ke Polsek Salahutu sementara lagi diproses secara hukum.

Kapolsek Salahutu yang diwakili Kanit Reskrim Bripka Purwanto SH mengatakan, kejadian perusakan di pelabuhan Tulehu itu secara resmi belum dibuat pelaporan polisi, sifatnya masih pengaduan.

Menurutnya harapan dari pihak pelabuhan yang dalam hal ini Ibu Kepala Syahbandar pelabuhan, meminta restorative justice (penyelesaian secara kekeluargaan).

“Perkara itu juga belum masuk dilaporan resmi jadi kami direskrim juga secara prosedur belum di tangani.”terang Purwanto.

Purwanto mengaku bahwa sesuai Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang melakukan piket hari itu, akan memanggil kedua belah pihak yang di rencanakan Jumat nanti yakni pihak pelabuhan dan S disertai tokoh masyarakat dan Kepala Desa.

Di singgung awak media, terkait kejadian tersebut sudah berulang-ulang kali dilakukan S. Purwanto mengaku hingga detik ini pihak kami tidak tahu, langkah ke depan akan lebih upayakan melakukan patroli di area pelabuhan.

Pihak kepolisian tidak tinggal diam dengan perkara itu, sekecil apapun persoalan walaupun belum ada laporan kami tetap tindak lanjuti sehingga tidak mengembang dan melebar.”ujar Purwanto

“Kami inginkan di wilayah Salahutu tetap aman, apa lagi menjelang pilkada ini. Kapolsek juga sudah menegaskan bahwa kita menjaga situasi kamtimbmas.”tutup Purwanto (A.R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.