Ambon, NusaInaNews.com – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon tengah mempersiapkan langkah besar untuk mendorong pembangunan berbagai fasilitas pendidikan strategis. Wakil Rektor Unpatti, Dr. Ruslan H.S Tawari, M.Si, mengungkapkan bahwa pihak universitas telah bersurat ke sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), guna mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur.
“Fokus kita antara lain pada pembangunan Sport Center, Rumah Sakit Pendidikan, Embung Pendidikan, Jalan dan Jembatan dalam kawasan, penetapan air baku dan air minum, serta rumah susun untuk dosen dan mahasiswa,” ujar Tawari dalam wawancara, usai kegiatan di Lantai V Kantor DPRD Provinsi Maluku, Sabtu (2/8/2025).
Kehadiran perwakilan dari Kementerian PUPR di Ambon hari ini disebut menjadi momen penting dalam proses pematangan perencanaan. “Kami akan menggelar rapat hari ini juga, dan siangnya akan didampingi oleh anggota Komisi V DPR RI untuk memperjuangkan agar pembangunan ini benar-benar terlaksana,” tambahnya.
Tawari menegaskan, seluruh proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana di Unpatti sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di kawasan Timur Indonesia. Ia menyoroti kondisi kampus yang selama ini dinilai belum memadai, seperti jalan kampus yang rusak, fasilitas air yang terbatas, dan minimnya sarana olahraga.
“Universitas Pattimura ini punya sejarah panjang. Kita punya tanggung jawab menyediakan fasilitas yang layak agar mahasiswa bisa belajar dengan nyaman, dan kita dorong juga Unpatti go internasional menuju World Class University,” tegasnya.
Estimasi awal anggaran untuk pembangunan ini masih dalam tahap penyusunan. Namun beberapa perkiraan sudah mulai dihitung, seperti pembangunan Sport Center seluas lebih dari 150 meter persegi dan embung pendidikan seluas 64 hektar. “Kami masih menunggu finalisasi dari Kementerian terkait, termasuk kemungkinan skema multiyears (tahun jamak),” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak Unpatti juga telah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memperkuat rencana ini secara teknis dan administratif. Diharapkan, jika tidak ada kendala signifikan, pembangunan dapat dimulai paling lambat pada tahun 2026.
“Semoga semua berjalan lancar, dokumen perencanaan rampung tepat waktu, dan tidak ada hambatan. Kita ingin mahasiswa belajar dengan nyaman dan tenang, tanpa harus terganggu hal-hal teknis,” pungkas Tawari. (NI-A)






