UT Ambon Perkuat UMKM Pantai Galala, Dorong Wisata Bersih dan Berkelanjutan

oleh -12 Dilihat
oleh

Ambon.nusainanews.com,– Universitas Terbuka (UT) Ambon memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan Pantai Galala, Kota Ambon.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Universitas Terbuka Ambon dengan tema “Penguatan UMKM Wisata Pantai melalui Booth Kontainer dan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komposter di Kawasan Pantai Galala Kota Ambon”, Jumat (14/8).

Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta, yang menghadiri kegiatan tersebut menegaskan pengembangan kawasan wisata Pantai Galala harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Menurut Ely, kawasan pantai memiliki potensi ekonomi besar dan dapat menjadi ruang tumbuh bagi berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. UMKM yang bergerak di bidang kuliner, minuman, produk lokal hingga jasa pendukung pariwisata dinilai memiliki peran penting dalam membangun ekonomi masyarakat.

“Pantai dapat menjadi ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Keberadaan pelaku UMKM di kawasan wisata merupakan bagian penting dalam membangun ekonomi masyarakat,” kata Ely.

Namun, ia mengingatkan pengembangan ekonomi berbasis pariwisata tidak boleh mengabaikan kondisi lingkungan.

Pantai yang ramai dikunjungi wisatawan, kata dia, harus tetap bersih, tertata dan nyaman. Lingkungan yang terjaga juga akan meningkatkan daya tarik kawasan wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, Ely menilai pengelolaan sampah berbasis komposter menjadi salah satu pendekatan yang perlu dikembangkan, khususnya untuk menangani sampah organik.

“Sampah tidak semata-mata dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi perlu dikelola sejak dari sumbernya. Khususnya sampah organik, dapat diolah menjadi kompos yang memiliki manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.

Ely menilai kegiatan PKM UT Ambon telah mempertemukan dua kepentingan penting, yakni penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Ely menegaskan Pemerintah Kota Ambon terus mendorong pembangunan pariwisata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dukungan tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM, pendampingan pelaku usaha, pemberian booth kontainer, etalase hingga bantuan modal usaha secara tunai.

“Kita ingin masyarakat kita tidak hanya menjadi penonton dari berkembangnya kawasan wisata, tetapi menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari perkembangan tersebut,” tegasnya.

Ely meminta pelaku UMKM di kawasan Pantai Galala memanfaatkan fasilitas dan pendampingan yang diberikan sebaik-baiknya.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar menjaga kebersihan tempat usaha, meningkatkan kualitas pelayanan, memperhatikan kebersihan makanan dan minuman serta terus berinovasi.

Produk UMKM, kata Ely, harus memiliki nilai tambah dan mampu menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Pantai Galala.

Sementara itu, Ketua Tim PKM Dosen Universitas Terbuka Ambon, Wildoms Sahusilawane, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi UT Ambon dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM dan peningkatan kualitas lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, UT Ambon memberikan dukungan berupa empat food container sebagai sarana pendukung aktivitas UMKM di kawasan Pantai Galala.,

Wildoms berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM sehingga mampu menciptakan ruang usaha yang lebih tertata, bersih, nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Dalam kegiatan ini Universitas Terbuka Ambon memberikan dukungan berupa empat buah food container sebagai sarana untuk mendukung penguatan aktivitas UMKM,” ujar Wildoms dalam laporannya.

Selain penguatan sektor ekonomi, program PKM tersebut juga menyasar persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di kawasan wisata.

Tim PKM menyediakan sarana komposter yang akan ditempatkan di sejumlah titik di Kota Ambon, salah satunya kawasan Pantai Galala. Komposter tersebut diharapkan menjadi sarana pengolahan sampah organik dari sumbernya.

Pengelolaan tersebut sekaligus diharapkan mendorong perubahan perilaku masyarakat agar sampah organik tidak hanya dibuang, tetapi dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat.

Selain komposter, UT Ambon juga menyediakan tempat sampah ramah lingkungan untuk mendukung pemilahan dan pengelolaan sampah di kawasan sasaran.

Wildoms menegaskan program tersebut dirancang untuk menggabungkan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga kebersihan kawasan wisata.

Ia berharap fasilitas yang diberikan tidak berhenti sebagai bantuan fisik, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan dirawat sehingga memberikan manfaat berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan kawasan yang produktif bagi UMKM, tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat, menarik bagi wisatawan serta berkelanjutan,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Ely menyampaikan apresiasi kepada Universitas Terbuka Ambon, khususnya para dosen, yang telah memilih Pantai Galala sebagai salah satu lokasi kegiatan PKM.

Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat hadir secara nyata memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Ely berharap kegiatan PKM tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata. Pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga hasil yang dicapai dapat benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan UMKM, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, serta peningkatan kualitas kawasan Pantai Galala sebagai salah satu ruang wisata di Kota Ambon,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Universitas Terbuka Ambon Yulitirtariandi El Anshori, S.IP., M.AP, Ketua Tim PKM Dosen Universitas Terbuka Ambon Wildoms Sahusilawane, S.E., M.Si, para dosen pengabdian masyarakat, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku, pimpinan OPD Pemerintah Kota Ambon, Kepala Desa Galala, Direktur Bank Sampah Induk Bumi Lestari Maluku, Pokdarwis Galala, pelaku UMKM, mahasiswa Universitas Terbuka serta para tamu undangan.

Ely berharap kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat dan pelaku usaha terus diperkuat sehingga Pantai Galala tidak hanya menjadi kawasan wisata yang menarik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Kota Ambon yang semakin maju, bersih, nyaman dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.