Wadah Pemersatu Majelis Taklim, PemNeg Resmi Luncurkan Al-Fusyahrin

oleh -513 Dilihat
oleh

Ambon, Nusainanews.com – Pemerintah Negeri Batu Merah secara resmi meluncurkan Majelis Taklim Al-Fusyahrin sebagai wadah pemersatu seluruh majelis taklim yang ada di wilayah tersebut.

Kegiatan ini berlangsung pada Minggu sore (18/5/2025) bertempat di Masjid Agung An’nur Negeri Batu Merah, dan dihadiri oleh para pengurus dan anggota majelis taklim Negeri Batu Merah.

Dalam sambutannya, Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, menegaskan pentingnya keberadaan Majelis Taklim Al-Fusyahrin sebagai representasi langsung dari Pemerintah Negeri dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keislaman.

“Negeri Batu Merah memiliki 14 majelis taklim. Maka dari itu, kami merasa perlu menyatukan semangat dan langkah melalui satu wadah resmi yang dibentuk oleh pemerintah negeri, yakni Majelis Taklim Al-Fusyahrin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Raja menekankan bahwa kehadiran majelis ini bukan untuk menggantikan peran majelis-majelis lain, melainkan sebagai garda terdepan dalam mendukung program-program keislaman negeri secara terstruktur dan selaras dengan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur.

Majelis Taklim Al-Fusyahrin juga disebut akan menjadi pelopor dalam pelaksanaan kegiatan besar keagamaan, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam adat yang dijunjung, pelaksanaan Maulid harus diawali oleh pemerintah negeri dan dilanjutkan oleh kegiatan di Rumah Raja sebelum majelis-majelis lainnya mengadakan kegiatan masing-masing.

“Ibu-ibu pengurus majelis ini mewakili seluruh majelis taklim yang ada di negeri ini. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kegiatan Maulid dan kegiatan keagamaan lainnya, Majelis Taklim Al-Fusyahrin harus menjadi pelaksana pertama sebagai wujud penghormatan terhadap adat negeri,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Raja mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kebersamaan, demi terwujudnya Negeri Batu Merah yang rukun dan religius.

“Persatuan dan kebersamaan harus kita jaga. Negeri kita saat ini tidak memiliki persoalan besar. Marilah kita bersatu, bergandengan tangan untuk menjadikan negeri ini sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tutup Raja Hatala.

Kegiatan ini ditutup dengan Tausiyah sekaligus Doa bersama oleh Ustadz Asep Tarmono yang diharapkan dapat memberikan pencerahan dan manfaat bagi kita semua. (NI-A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.