Ambon,nusainanews.com — Keluhan pedagang Gedung Putih di kawasan Pasar Mardika, Kota Ambon, kembali mencuat setelah seorang pedagang, Taty Salasiwa, menyampaikan curahan hatinya melalui media sosial yang viral pada belum lama ini. Ia menyoroti maraknya pencurian barang dagangan yang dinilai terjadi berulang tanpa penanganan serius.
Dalam unggahan vidionya, Taty mengungkapkan rasa kecewa mendalam terhadap kondisi keamanan di gedung baru yang sebelumnya dibangun pemerintah sebagai tempat relokasi pedagang. Ia mengaku kehilangan barang usaha yang dikumpulkan dengan susah payah.
“Beta paling sedih sekali, beta kumpul uang dengan susah payah untuk usaha ini, tapi orang bisa ambil begitu saja. Padahal pemerintah bilang tempat ini paling aman,” tutur Taty Salasiwa.
Gedung Putih Pasar Mardika yang dibangun untuk menampung pedagang justru dinilai tidak memberikan rasa aman. Sejumlah pedagang mengaku barang mereka kerap hilang meskipun telah disimpan di dalam gedung yang dilengkapi fasilitas pengawasan.
Taty bahkan mempertanyakan efektivitas kamera pengawas dan petugas keamanan yang ditempatkan di lokasi tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas itu tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
“Percuma ada kamera dan petugas kalau barang katong( kita ) tetap hilang. Kalau seng( tidak ) bisa urus, lebih baik bongkar saja gedung ini,” pintahnya
Selain persoalan keamanan, pedagang juga menyoroti kondisi gedung yang dinilai terbengkalai dan belum sepenuhnya mendukung aktivitas perdagangan. Beberapa lapak disebut belum tertata dengan baik sehingga berdampak pada menurunnya aktivitas jual beli.
Situasi tersebut , membuat sebagian pedagang mengalami kerugian besar. Modal usaha yang telah dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh, bahkan harus menanggung kerugian akibat kehilangan barang.
“Katong su ( sudah )keluar modal banyak, tapi barang hilang. Katong ( kita ) harus mengeluh ke siapa? Pemerintah harus bertanggung jawab,” keluh Taty.
Menanggapi keluhan yang viral tersebut, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, memberikan respons melalui akun media sosial pribadinya. Ia menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya persoalan yang perlu segera ditangani.
“mohon maaf. Mohon dengar keluhan warga Kota Ambon, karena pencurian barang milik pedagang di Pasar Mardika telah terjadi berkali-kali,” ujar Bodewin Wattimena.
Ia juga meminta perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku, termasuk Kadis Perindaq Provinsi Maluku , Gubernur dan wakil gubernur, agar turut mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tersebut, mengingat pengelolaan pasar melibatkan berbagai pihak.
Kasus ini menjadi sorotan penting terkait efektivitas pembangunan infrastruktur pasar modern di daerah. Tanpa dukungan sistem keamanan yang memadai, fasilitas yang dibangun berpotensi tidak memberikan manfaat maksimal bagi pedagang kecil.
Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh, memperketat sistem pengamanan, serta memastikan kehadiran petugas yang benar-benar menjalankan fungsi pengawasan, demi menjaga keberlangsungan usaha dan kepercayaan masyarakat.(*)







