Walikota Larang Warga Bakar Lahan

oleh -28 Dilihat
oleh

Ambon,nusainanews com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan di tengah kemarau berkepanjangan yang melanda Kota Ambon.

Peringatan ini menyusul tingginya angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Pemerintah Kota Ambon, tercatat 34 kejadian kebakaran sepanjang 1-10 Oktober 2026, atau rata-rata hampir tiga kejadian setiap hari.

Bodewin menegaskan, kondisi cuaca kering disertai angin kencang membuat api mudah menyebar dan berpotensi memperluas dampak kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.

“Bagi saudara-saudara yang ingin membuka lahan baru, jangan dilakukan dengan cara membakar. Situasi kekeringan dan angin kencang memudahkan api menyebar ke mana-mana,” tegas Walikota kepada wartwanmelalui telepon selulernya Minggu (11/10)

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di sekitar kawasan hutan dan lahan kering. Menurutnya, pencegahan kebakaran membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh warga.

Ia mengatakan, petugas pemadam kebakaran terus berupaya menangani kebakaran di berbagai lokasi. Ia mengajak masyarakat menghargai kerja keras petugas serta warga yang turut membantu memadamkan api.

“Pemerintah hanya bisa mengimbau dan mengharapkan partisipasi serta dukungan semua pihak agar kita bisa menjaga Ambon lebih baik,” ujarnya.

Selain mengancam lingkungan, kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi juga menyebabkan asap semakin tebal di Kota Ambon. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Untuk itu, Walikota meminta warga menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diimbau tetap berada di rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama selama kondisi kemarau berlangsung. Warga diharapkan mematuhi imbauan pemerintah dan tidak melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum.

Bodewin turut menyampaikan bahwa berdasarkan informasi BMKG yang dirujuk dalam imbauannya, hujan di Kota Ambon diperkirakan berpotensi turun pada Maret 2027. Artinya, masyarakat perlu bersiap menghadapi kondisi kering yang masih dapat berlangsung beberapa bulan ke depan.

Di tengah situasi tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta berdoa agar hujan segera turun.

“Mari kita ikuti imbauan pemerintah. Kita semua harus kompak menjaga Kota Ambon agar terhindar dari kebakaran dan dampak buruknya,” tandas Bodewin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.