Wattimena: TPST Dibangun, 5.000 Pohon Ditanam untuk Ambon Bersih dan Hijau

oleh -47425 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan komitmennya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi serta memperkuat gerakan penghijauan di Kota Ambon. Hal itu disampaikannya usai menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang dirangkaikan dengan Mini Festival Lingkungan Hidup bertema “Arika Kalesang Negeri”, di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon ini menjadi momentum kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus merawat nilai-nilai adat yang tetap hidup di tengah masyarakat.

“Dipilihnya momentum ini bukan tanpa alasan. Kita berkolaborasi dengan pemerintah kota dan seluruh masyarakat adat untuk membuktikan bahwa tatanan adat di negeri ini tetap terjaga. Bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, pesan yang ingin kita sampaikan adalah tanggung jawab bersama dalam menangani sampah,” ujar Wattimena.

Wattimena menegaskan, pada tahun ini Pemerintah Kota Ambon akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Ia memastikan proyek tersebut tetap berjalan sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah di Ambon.

“Tahun ini kita akan bangun tempat pengolahan sampah terpadu. Apa pun yang terjadi harus dibangun. Di situ kita akan gunakan teknologi untuk mengolah sampah. Jadi bukan lagi sekadar kumpul-angkut-buang, tapi benar-benar terkelola dengan sistem yang modern,” tegasnya.

Menurutnya, selain peningkatan kapasitas pemerintah dalam pengelolaan sampah, kunci utama keberhasilan terletak pada kesadaran masyarakat. Ia menyebut, sosialisasi akan dilakukan hingga Juni 2026 sebelum penegakan aturan diberlakukan.

“Kami mohon dukungan masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya dan pada waktunya. Kalau kapasitas pemerintah meningkat dan masyarakat sadar, saya yakin persoalan sampah di Ambon bisa kita atasi bersama,” katanya.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden terkait kebersihan lingkungan, Pemerintah Kota Ambon akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh instansi, desa, negeri, dan kelurahan untuk melaksanakan kerja bakti wajib setiap minggu.

“Minimal satu kali seminggu, pilih Jumat atau Sabtu, sesuaikan dengan kebiasaan masing-masing wilayah. Jajaran pemerintah kota wajib melaporkan pelaksanaannya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkot Ambon juga mencanangkan penanaman sedikitnya 5.000 pohon dalam waktu dekat, bahkan ditargetkan bisa mencapai 10.000 pohon. Program ini akan berlangsung selama empat tahun ke depan dengan fokus pada tanaman endemik dan pohon berbuah.

“Kita ingin Ambon bersih, asri, hijau dan nyaman. Pohon-pohon yang ditanam juga pohon berbuah supaya bisa dinikmati masyarakat. Kalau kota sudah bersih dan hijau, tentu akan mendukung sektor pariwisata,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wattimena juga mengapresiasi inisiatif masyarakat Negeri Rutong yang mengembangkan hutan sagu menjadi kawasan ekowisata.

Menurutnya, konsep ini bukan hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga edukasi tentang proses pengolahan sagu hingga menjadi produk bernilai ekonomi.

“Ekowisata sagu ini luar biasa. Tidak hanya menunjukkan alamnya, tapi juga edukasi cara mengolah sagu sampai menjadi produk. Ini membantu UMKM untuk bertumbuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjaga dan melestarikan alam adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, kata dia, akan terus berkolaborasi dengan masyarakat adat untuk memastikan pembangunan tetap selaras dengan kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.

“Kepedulian terhadap alam adalah bagian dari harga diri kita. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikan ciptaan Tuhan untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.