Papalia pastikan distribusi minyak tanah di wilayah Kota Piru berjalan lancar dan normal.

oleh -9 Dilihat
oleh

PIRUnusainanews.com. -24/8/2026 –  Isu kelangkaan minyak tanah (mitan) yang sempat meresahkan masyarakat di Kota Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), akhirnya mendapat klarifikasi resmi. Melansir berita utama dari beberapa media online, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten SBB, Abidin Papalia, dengan tegas membantah isu tersebut.

Dalam keterangannya pada Senin (24/8/2026), Papalia memastikan bahwa distribusi minyak tanah di wilayah Kota Piru berjalan lancar dan normal.

“Isu mengenai kelangkaan mitan di Kota Piru itu tidak benar alias hoax,” tegas Kadis Perindag SBB seperti dikutip dari pemberitaan tersebut.

Menurut Papalia, pemerintah daerah melalui Disperindag SBB telah menetapkan 16 pangkalan resmi minyak tanah di wilayah Kota Piru. Setiap pangkalan mendapatkan kuota sebesar 5.000 liter, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati SBB yang berlaku.

Berdasarkan data penyaluran dari Disperindag, total pasokan minyak tanah yang masuk ke Kota Piru mencapai sekitar 54.000 liter. Dengan volume tersebut, ketersediaan dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat. Penyaluran pun terus dilakukan melalui pangkalan-pangkalan yang telah ditentukan.

Lebih lanjut, Papalia juga menepis rumor adanya penimbunan atau upaya monopoli penyaluran minyak tanah oleh pangkalan tertentu.

“Data dan kondisi riil di lapangan tidak menunjukkan adanya indikasi pangkalan nakal yang menimbun mitan atau menjual keluar,” jelasnya.

Menanggapi isu miring ini, Kadis Perindag menghimbau masyarakat untuk cerdas dalam memilah informasi. Ia berharap warga memperoleh informasi yang jelas mengenai mekanisme distribusi minyak tanah dari sumber resmi, sehingga tidak menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman. Ketersediaan dan penyaluran mitan di daerah, khususnya di Kota Piru, kini dipastikan dalam kondisi stabil dan aman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.