Peringatan Maulid Nabi 1447 H, Momentum Perkuat Toleransi dan Persaudaraan

oleh -1154 Dilihat
oleh

Ambon, NusaInaNews.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar oleh Majelis Ta’lim Al-Madinah Pemerintah Kota Ambon di Islamic Center, Kamis (02/10/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Menyebarkan Pesan Rasulullah SAW, Toleransi Hidup Berdampingan dalam Keberagaman untuk Ambon yang Manise.”

Acara ini menjadi momen penting untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan memperkuat nilai persaudaraan dalam keberagaman. Hadir dalam peringatan tersebut Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Wakil Wali Kota Ely Toisutta, Sekretaris Kota Robby Sapulette, Ketua LASQI Abas Rumadan, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kepala Kementerian Agama Kota Ambon, Ketua Baznas, para pimpinan OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, namun panggilan untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah serta membangun kehidupan masyarakat yang saling menghargai dan menjunjung tinggi persatuan.

“Ambon adalah kota yang majemuk. Karena itu, persatuan dan toleransi menjadi pondasi penting untuk kemajuan kita bersama,” ujar Wattimena.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan kehidupan beragama menjadi salah satu dari 17 program prioritas pembangunan Kota Ambon.

Menurutnya, kerukunan masyarakat akan mendorong kemajuan kota secara menyeluruh.

Sebagai bagian dari implementasi nilai keislaman, Majelis Ta’lim Al-Madinah bersama Baznas Kota Ambon turut menyalurkan 33 paket peralatan masak kepada korban kebakaran di Desa Batu Merah dan Hunuth.

“Berbagi adalah ajaran nyata Rasulullah. Semoga kepedulian ini menguatkan semangat kita menjadikan Ambon sebagai rumah besar yang nyaman bagi semua,” tambahnya.

Peringatan Maulid juga diisi dengan tausiyah dari Kepala Kementerian Agama Kota Ambon, H.R.A. Fachrurrazy Hasan. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memahami makna akhlakul karimah melalui analogi telur: kulit sebagai simbol Islam, putih sebagai iman, dan kuning sebagai ihsan.

“Ihsan berarti beribadah seolah-olah engkau melihat Allah. Jika tidak mampu, maka yakinlah bahwa Allah selalu melihatmu,” jelas Fachrurrazy.

Lebih dari sekadar perayaan religius, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas suku, agama, dan budaya. Kehangatan dan semangat kebersamaan menjadi wujud nyata dari toleransi yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Ambon.

“Semangat Maulid adalah semangat persatuan. Kita berbeda bukan untuk terpisah, tetapi untuk saling melengkapi dalam membangun Ambon yang lebih harmonis,” tutup Wali Kota. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.