Ambon, NusaInaNews.com – Komando Resor Militer (Korem) 151/Binaiya menggelar kegiatan Komunikasi Sosial dengan Aparat Pemerintah yang berlangsung di Aula Korem 151, Kota Ambon, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelaku UMKM, dan insan media di wilayah Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya, Brigjen TNI Raffles Manurung, menegaskan pentingnya membangun sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kerjasama yang erat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Danrem juga mengingatkan pentingnya peran aparat pemerintahan di tingkat desa, raja, dan tokoh masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleransi di lingkungan masing-masing.
Ia mengajak semua pihak untuk aktif memberikan informasi apabila terdapat aktivitas mencurigakan yang dapat mengancam keamanan wilayah.
Selain aspek keamanan, Danrem menyoroti pentingnya peran TNI dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan rencana pembangunan Batalyon TNI di wilayah Seram Bagian Barat (SBB) yang diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
“Dengan berdirinya batalyon ini, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru, peningkatan ekonomi masyarakat, serta terciptanya kondisi wilayah yang semakin aman dan kondusif,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa batalyon tersebut akan memiliki beberapa kompi khusus, di antaranya kompi pertanian, perikanan, dan kesehatan. Ketiganya diharapkan dapat memberikan contoh dan bimbingan kepada masyarakat dalam pengembangan sektor ekonomi produktif.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah menjadi mitra strategis TNI dalam menyampaikan informasi positif kepada publik.
Ia mengimbau agar media selalu mengedepankan prinsip klarifikasi dan kebenaran berita dalam setiap pemberitaan yang melibatkan TNI.
“Kami tidak anti kritik. Namun kami berharap semua pemberitaan bisa berimbang dan berbasis fakta. Media adalah mitra penting dalam menjaga stabilitas dan membangun kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Dalam penutupnya, Danrem menekankan bahwa seluruh program TNI di Maluku selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat serta mendukung program pembangunan nasional.
“TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Karena itu, kami akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat demi kemajuan Maluku dan Indonesia,” pungkas Danrem. (NI-01)






