Ambon, NusaInaNews.com – Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Ambon, Fadly Toisutta, mendorong generasi muda untuk aktif menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan. Hal ini disampaikannya, saat diwawancarai, usai mengikuti sebuah dialog publik yang digelar oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), bertempat di SMK Muhamadiyah Kota Ambon, Sabtu (2/8/2025).
Dalam keterangannya, Fadly mengatakan bahwa peran pemuda tidak boleh hanya dibatasi sebagai penonton atau pencari kerja semata, tetapi harus mampu menjadi pelaku dan pencipta solusi atas permasalahan ekonomi, khususnya di bidang ketenagakerjaan.
“Ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang bagi teman-teman muda agar bisa berpikir bukan hanya sebagai pekerja, tapi juga sebagai pencipta solusi. Kita harus menawarkan gagasan kepada pemerintah kota, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi dan UMKM,” ungkap Fadly.
Ia menjelaskan, HIPMI Kota Ambon saat ini tengah menjalankan program “HIPMI Go to Campus” sebagai sarana konsolidasi dan edukasi kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Program ini telah dimulai di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon dan akan berlanjut ke kampus-kampus lain di kota Ambon.
Menjelang Hari Ulang Tahun Kota Ambon dan Hari Kemerdekaan RI, HIPMI juga akan menggelar Ekspo HIPMI pada 30 Agustus 2025 di Pattimura Park. Kegiatan tersebut mengusung tema “Ambon Bersama” dan akan menghadirkan sekitar 50–60 pelaku UMKM dari berbagai sektor seperti kuliner, fashion, seni rupa, dan produk kreatif lainnya.
“Antusiasme UMKM cukup tinggi. Saat ini sudah ada 150 tenant yang mendaftar, baik dari internal maupun eksternal. Tapi karena keterbatasan tempat, kita akan finalisasi kuotanya,” jelasnya.
Dikatakan, ekspo tersebut juga akan menjadi ajang kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan kampus dan komunitas pemuda. Rencananya, Wali Kota Ambon dijadwalkan membuka acara puncak di malam hari pada tanggal 30 Agustus.
Fadly menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga bentuk nyata komitmen HIPMI dalam memfasilitasi inovasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kota Ambon tidak memiliki banyak sektor unggulan selain sektor jasa. Maka kita dorong inovasi dan kreasi sebagai pondasi membangun ekonomi kota ke depan,” tutupnya. (NI-A)






