HPSN 2026 di Ambon: Wali Kota Canangkan Gerakan TAMBAHAN, Target 5.000 Pohon

oleh -29765 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Ambon menjadi momentum penting perubahan paradigma pengelolaan sampah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) menggelar Mini Festival Lingkungan Hidup “Arika Kalesang Negeri” yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Raja Negeri Rutong.

Kegiatan yang dipusatkan di Negeri Rutong, Sabtu (28/2/2026), itu dibuka langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon , Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa HPSN yang diperingati setiap 21 Februari bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum mempercepat penyelesaian persoalan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Ia mengingatkan tragedi longsornya TPA Leuwi Gajah pada 21 Februari 2005 sebagai titik balik perubahan sistem pengelolaan sampah nasional menuju prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dan ekonomi sirkular.

“Persoalan sampah tidak akan pernah tuntas jika hanya mengandalkan penanganan di hilir. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak dan perubahan perilaku masyarakat,” tegas Wattimena.

Sementara itu, Kepala DLHP Kota Ambon, Apriez Gapriez, menjelaskan bahwa rangkaian HPSN 2026 telah diawali dengan kerja bakti massal pada 18 Februari 2026 yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan desa/kelurahan binaan. Hasilnya, sekitar 10 ton sampah berhasil dibersihkan.

Pada puncak peringatan di Rutong, digelar sejumlah kegiatan, di antaranya:

Pencanangan gerakan lingkungan oleh Wali Kota

Pemberian penghargaan bagi pahlawan kebersihan

Apresiasi bagi kelurahan terbaik dalam pembayaran retribusi sampah

Lomba kebersihan antar lingkungan

Lomba fashion show daur ulang

Pameran UMKM

Pemeriksaan kesehatan gratis

Wisata dan hiburan rakyat

Seluruh rangkaian kegiatan mengusung semangat kolaborasi untuk mewariskan lingkungan bersih bagi generasi mendatang.

Wattimena mengungkapkan, Pemkot Ambon menempuh dua kebijakan utama dalam penanganan sampah.

Pertama, peningkatan kapasitas pemerintah melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk penambahan armada, pembangunan collection point, serta rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Material Recovery Facility (MRF) dan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Kedua, membangun kesadaran masyarakat. Wali Kota menekankan pentingnya disiplin membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.

“Kalau sarana sudah tersedia tetapi kesadaran belum tumbuh, persoalan ini tidak akan selesai,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga mencanangkan Gerakan TAMBAHAN (Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman).

Sebagai implementasi, diluncurkan program GERTAK (Gerakan Tanam Gadihu), yakni ajakan kepada seluruh ASN dan masyarakat menanam bunga gadihu tanaman endemik Maluku di lingkungan kantor dan ruang publik.

“ASN kita lebih dari tujuh ribu orang. Kalau satu orang bawa satu polybag gadihu, Ambon akan penuh warna-warni. Kita tidak perlu beli tanaman dari luar yang belum tentu cocok,” katanya.

Selain itu, terdapat GEBRAK (Gerakan Bersama Rawat Alam Kota) dengan target penanaman minimal 5.000 pohon buah dalam empat tahun ke depan.

Wattimena berharap, peringatan HPSN 2026 menjadi titik balik transformasi lingkungan di Ambon. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dari pemerintah hingga warga untuk memulai perubahan dari diri sendiri.

“Ambon yang bersih, asri, hijau, dan nyaman bukan sekadar slogan. Itu harus menjadi warisan nyata bagi anak cucu kita,” pungkasnya. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.