Hujan Tak Padamkan Semangat, Festival Budaya Ambon Gaungkan Spirit Orang Basudara

oleh -9265 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Derai hujan yang sempat mengguyur kawasan Taman Gong Perdamaian Dunia, Ambon, pada Sabtu (28/02/2026), tak mampu meredupkan semarak Pentas Seni “Festival Budaya Katong Orang Basudara”. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat dan kendala teknis yang sempat terjadi, ratusan warga tetap bertahan menyaksikan pertunjukan seni yang sarat pesan persaudaraan.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan wujud nyata komitmen merawat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat kota.

“Semangat orang basudara tidak boleh kalah oleh hujan atau kendala apa pun. Justru ini membuktikan bahwa kebersamaan kita lebih kuat dari segala tantangan,” ujarnya.

Pemilihan lokasi di kawasan Gong Perdamaian Dunia dinilai memiliki makna mendalam. Monumen tersebut menjadi pengingat perjalanan sejarah kota yang pernah melewati masa sulit, sekaligus simbol tekad menjaga perdamaian agar tetap tumbuh dan mengakar di Ambon.

Festival yang mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman, Lestari dalam Budaya” ini menghadirkan kolaborasi lintas generasi dan lintas genre.

Generasi muda tampil mendominasi panggung, membawakan ragam pertunjukan mulai dari seni tradisional, musik modern, hingga nuansa religi dalam satu harmoni yang memikat.

Menurut Wali Kota, keberagaman di Ambon adalah kekuatan jika dirawat dengan nilai-nilai lokal seperti ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging, sagu salempeng dipata dua, dan pela gandong. Nilai tersebut, tegasnya, tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kegiatan seni dan budaya.

“Budaya adalah warisan leluhur. Namun lebih dari itu, budaya harus menjadi solusi masa depan dan perekat kehidupan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kota Ambon juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pelestarian kebudayaan, agar seni dan tradisi tetap menjadi fondasi pembangunan kota.

Apresiasi khusus disampaikan kepada panitia dan para pengisi acara, terutama anak-anak dan generasi muda yang tetap antusias meski harus menunggu lebih dari satu jam sebelum acara dimulai akibat hujan.

Festival Budaya Katong Orang Basudara diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat identitas Ambon sebagai kota musik yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dalam keberagaman. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.