Imlek 2577 di Ambon, Wali Kota Tegaskan Komitmen “Ambon Par Samua” dan Prioritaskan Air Bersih

oleh -47979 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Vihara Swarna Giri Tirta, Selasa (17/2/2026), berlangsung hangat dan penuh makna. Momentum ini tak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol kuat harmoni antarumat beragama di Kota Ambon.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, hadir langsung dalam perayaan yang digelar oleh Permabudhi Provinsi Maluku. Kehadirannya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus merawat kebersamaan di tengah kemajemukan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wattimena menekankan bahwa Ambon adalah rumah bersama bagi semua suku, agama, dan golongan. Konsep “Ambon Par Samua” kembali ditegaskan sebagai landasan pemerintah dalam mengambil kebijakan yang adil dan inklusif.

“Setiap perayaan keagamaan adalah bagian dari identitas kota ini. Pemerintah hadir untuk memastikan semua warga merasakan perhatian dan dukungan yang sama,” ujarnya.

Ketua Pengurus Daerah Permabudhi Maluku, Aline Tjoaoa, menjelaskan bahwa Imlek atau Festival Musim Semi telah dirayakan lebih dari 4.000 tahun oleh masyarakat Tionghoa.

Ia menyebut Imlek sebagai simbol harapan baru setelah melewati masa sulit, layaknya musim semi yang datang setelah musim dingin.

“Lampion merah melambangkan kebahagiaan dan cahaya. Di momen ini kami ingin menjadi cahaya bagi sesama,” ungkapnya.

Perayaan tahun ini diisi dengan aksi sosial, termasuk pembagian paket sembako kepada anak-anak panti asuhan serta kegiatan pelestarian lingkungan seperti pelepasan satwa dan penanaman pohon. Nilai kebajikan dan kepedulian menjadi pesan utama yang diusung umat Buddha di Ambon.

Selain perayaan Imlek, perhatian juga tertuju pada persoalan air bersih di kawasan sekitar vihara. Setelah lebih dari dua tahun melakukan pengeboran, akhirnya sumber air berhasil ditemukan di area vihara yang telah berdiri sekitar 40 tahun tersebut.

Wali Kota memastikan akses air bersih menjadi prioritas pemerintah pada 2026. Pemkot tengah mengupayakan pengembangan sumber air agar tidak hanya memenuhi kebutuhan vihara, tetapi juga masyarakat sekitar Gunung Nona Atas.

“Akses air bersih adalah program prioritas kami. Pemerintah akan berupaya maksimal agar warga di kawasan ini dapat terlayani dengan baik,” tegasnya.

Wattimena juga mengapresiasi kontribusi warga keturunan Tionghoa dalam pembangunan ekonomi Kota Ambon.

Menurutnya, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah dan perkembangan kota.

Perayaan Imlek 2577 di Ambon pun menjadi cerminan bahwa kebersamaan dapat dirawat melalui tindakan nyata berbagi, peduli lingkungan, dan memperkuat solidaritas sosial.

Di tengah cahaya lampion yang menghiasi vihara, pesan yang digaungkan sederhana namun kuat: Ambon adalah milik semua, dan kemajuan kota hanya dapat dicapai dengan persatuan. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.