Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkot Ambon Sidak Stok dan Harga Bahan Pokok

oleh -28516 Dilihat
oleh

Ambon, NusaInaNews.com – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman dan terkendali.

Hal itu disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, usai mengikuti kegiatan di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Kamis (12/02/2026).

Wattimena menegaskan, pihaknya telah mengambil langkah antisipatif melalui koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

Ia bahkan telah menginstruksikan Wakil Wali Kota, Sekretaris Kota, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor dan pasar tradisional.

“Kita sudah cek, bahkan stok sampai enam bulan ke depan cukup. Tapi kita harus hati-hati, jangan sampai distribusi dialihkan ke daerah lain dan menyebabkan kelangkaan di Ambon,” ujar Wattimena.

Menurutnya, pengawasan distribusi menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama saat permintaan cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Selain memastikan stok, Pemkot Ambon juga berkoordinasi dengan Bulog dan sejumlah pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga. Meski diakuinya pemerintah tidak dapat sepenuhnya mengintervensi mekanisme pasar, langkah pengendalian akan tetap dilakukan apabila terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.

“Kalau ada kenaikan harga yang tidak rasional, tentu kita akan ambil langkah. Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.

Wattimena turut menyoroti potensi praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) yang dapat memicu kenaikan harga bahan pokok. Ia menilai praktik semacam itu bisa membebani pedagang dan berujung pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Kalau ada tangan-tangan tidak kentara yang bermain, apalagi premanisme dan pungli, ini yang berbahaya. Pedagang bisa menaikkan harga untuk menutupi biaya pungli. Ini harus diberantas,” katanya dengan nada tegas.

Ia memastikan, Pemkot Ambon akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat. Stabilitas ekonomi daerah, menurutnya, harus dijaga bersama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang.

“Pemerintah tidak boleh kalah. Tidak boleh ada pihak yang merasa berkuasa atas ekonomi di kampung-kampung,” tandas Wattimena.

Dengan berbagai langkah pengawasan dan koordinasi tersebut, Pemkot Ambon optimistis kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik tanpa gejolak harga yang signifikan. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.