Seminar Penguatan Karakter Bangsa Digelar di Ambon, Wali Kota Tekankan Semangat “Orang Basudara”

oleh -12961 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat di Provinsi Maluku menegaskan komitmen memperkuat persatuan dan karakter kebangsaan melalui Seminar Penguatan Karakter Bangsa untuk Mendukung Asta Cita dalam Semangat Hidup Orang Basudara Melalui Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Kamis (12/02/2026), menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Maluku yang diwakili oleh Sekda Maluku, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, perwakilan PTW Maluku, pimpinan lembaga keagamaan, serta akademisi dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat Maluku harus dipandang sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Bangsa ini dipenuhi dengan berbagai perbedaan. Tetapi perbedaan itu mesti dipandang sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan dalam persatuan,” ujar Wattimena.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan leluhur Maluku, seperti semangat hidup orang basudara, tidak boleh hanya menjadi catatan sejarah, melainkan harus terus dihidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tantangan sosial seperti polarisasi, eksklusivisme beragama, dan gejala perpecahan sosial berpotensi muncul jika tidak diantisipasi melalui penguatan literasi dan dialog lintas budaya.

“Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami realitas, membangun perdamaian, menegakkan keadilan, dan mengembangkan kemerdekaan berpikir,” tegasnya.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyerahkan tanggung jawab menjaga persatuan hanya kepada pemerintah.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil dalam merawat harmoni sosial di Kota Ambon dan Maluku secara umum.

“Kita semua memiliki peran memastikan hari ini dan masa depan diwarnai oleh persaudaraan, dialog, dan harapan,” tambahnya.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus langkah konkret dalam memperkuat karakter kebangsaan berbasis kearifan lokal Maluku. Melalui pendekatan literasi keagamaan lintas budaya, peserta diajak untuk membangun pemahaman yang inklusif dan mencegah potensi konflik sosial.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai upaya strategis menjaga Ambon dan Maluku tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh perbedaan, sejalan dengan semangat Asta Cita dan nilai luhur orang basudara. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.