Ambon, NusaInaNews.com – Tujuh penumpang longboat yang terombang-ambing di perairan Kabupaten Maluku Tenggara akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan, Minggu (22/2) dini hari.
Insiden tersebut terjadi setelah mesin longboat yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami gangguan saat berlayar dari Kota Tual menuju Pulau Kur. Perahu itu dilaporkan mati mesin sekitar pukul 23.47 WIT di perairan antara Pulau Tayandu dan Pulau Kur, membuat para penumpang terombang-ambing di tengah laut dalam kondisi gelap.
Laporan pertama diterima Pos SAR Tual sekitar pukul 00.50 WIT dari anggota Polairud Tual, Aipda Hairul. Merespons cepat informasi tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak pukul 01.05 WIT menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju titik koordinat yang dilaporkan, berjarak sekitar 38 mil laut dari Pos SAR Tual.
Meski dihadapkan pada cuaca hujan dengan angin barat laut hingga barat berkekuatan 23 knot dan gelombang setinggi kurang lebih 1,25 meter, tim tetap melanjutkan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel.
Sekitar pukul 02.16 WIT, tim tiba di lokasi dan melakukan penyisiran intensif di tengah jarak pandang terbatas. Setelah beberapa jam pencarian, longboat akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.00 WIT dalam kondisi terapung sekitar 7 mil laut dari titik awal kejadian.
Seluruh penumpang yang berjumlah tujuh orang berhasil dievakuasi ke Pulau Tayandu dalam keadaan selamat. Mereka masing-masing diketahui bernama Eko Gunawan (39), Jecklin Retob (23), Gui Retop (51), M. Rifki Sermaf (17), Rian Ardiyansya Retob (24), Andre Sermaf (25), dan Rustam Madamar (45).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Muhamad Arafah, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim di lapangan.
Ia menegaskan bahwa operasi dilakukan pada malam hari dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, namun seluruh personel tetap fokus hingga korban berhasil ditemukan.
Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur Pos SAR Tual, Polairud Tual, Bakamla Tual, Satpol PP Tual, serta dukungan masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur kembali ke satuan masing-masing. (**)






