Muswil PKB Maluku 2025: Pembangunan, Potensi Alam, dan Konsolidasi Politik Jadi Sorotan

oleh -5968 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Maluku menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) 2025 di Swiss-Belhotel Ambon, Rabu (3/12/2025).

Pembukaan kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, yang mewakili Gubernur Maluku. Muswil secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum PKB sekaligus Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini.

Dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Kasrul Selang, pemerintah daerah menegaskan perlunya terobosan besar untuk mempercepat pembangunan di Maluku.

Ia menyebut salah satu langkah strategis adalah mendorong persetujuan pemerintah pusat terkait pinjaman daerah dalam skala besar.

Menurutnya, usulan pinjaman sebesar Rp1,5 triliun masih tergolong kecil jika dibandingkan kebutuhan pembangunan Maluku yang memiliki karakteristik kepulauan dan wilayah terluar. Padahal, provinsi ini memiliki kekayaan alam melimpah, seperti Blok Masela, Blok Satu Siti, serta potensi pertambangan di Seram Barat dan Pulau Buru.

Kasrul juga menyinggung konsep pembangunan berbasis pulau yang telah disusun para teknokrat Maluku. Namun, implementasinya kerap terhambat minimnya anggaran.

Ia berharap Maluku dapat belajar dari pengalaman daerah lain dalam mengelola sektor pertambangan agar tidak mengulangi kegagalan yang sama.

Pemerintah provinsi mengapresiasi pelaksanaan Muswil PKB sebagai sarana konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan partai. Muswil disebut bukan hanya forum pemilihan pengurus, tetapi juga momentum memperkuat program dan posisi PKB dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Anggia Ermarini dalam sambutannya menegaskan bahwa Muswil merupakan forum strategis untuk memperkuat struktur organisasi PKB.

Ia menyebut kinerja PKB secara nasional terus meningkat, termasuk di Maluku, yang kini memiliki empat kursi di DPRD provinsi, naik dari sebelumnya tiga, serta tambahan kursi di kabupaten/kota.

“Pencapaian itu harus diikuti kerja nyata kader di lapangan,” ujarnya.

Anggia juga menyoroti kekayaan alam Maluku, terutama sektor perikanan yang dinilai belum dikelola optimal. Hal ini berimbas pada rendahnya konsumsi ikan serta kualitas gizi masyarakat.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya terkait kebiasaan makan, tetapi merupakan bagian dari kebijakan politik yang harus diperjuangkan.

Menjelang pembahasan program kerja, ia meminta kader PKB Maluku memperkuat peran politik dan menciptakan program-program inovatif.

Anggia optimistis PKB Maluku dapat terus berkembang dalam dua tahun ke depan.

Muswil PKB Maluku 2025 akan berfokus pada pemilihan kepengurusan baru serta penetapan program-program strategis partai untuk periode mendatang. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.