Ombudsman RI Pastikan Stok Beras Bulog Ambon Aman, Dorong Bulog Perkuat Daya Saing Produk

oleh -9 Dilihat
oleh

Ambon,nusainanews.com  – Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Fikri Yasin, memastikan stok beras di Perum Bulog Wilayah Maluku dalam kondisi aman menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan menghadapi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Hal itu disampaikan Fikri usai melakukan peninjauan ke Bulog bersama Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Kepala Dinas Pertanian Kota Ambon, serta Ombudsman RI Perwakilan Maluku,Selasa (28/7)

Menurut Fikri, kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan Bulog dalam menjaga ketersediaan stok beras dan stabilitas harga sebagai komoditas pangan utama masyarakat.

“Kami datang bersama Pak Wali untuk melihat kesiapan Bulog, terutama stok beras. Biasanya menjelang 17 Agustus hingga akhir tahun terjadi fluktuasi harga. Dari hasil peninjauan, kondisi stok masih stabil dan harus terus dijaga agar tidak terjadi gejolak yang berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Fikri menegaskan, beras merupakan kebutuhan pokok yang paling mendasar sehingga ketersediaannya harus menjadi perhatian utama pemerintah.

“Kalau beras tersedia, masyarakat masih bisa bertahan dengan lauk sederhana. Karena itu jangan sampai komoditas yang paling mendasar ini mengalami persoalan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ombudsman RI juga menyoroti kemampuan Bulog menghadapi persaingan dengan perusahaan swasta. Berdasarkan hasil pemantauan, persaingan harga di Kota Ambon dinilai masih terkendali.

“Kami melihat pemain swasta di Ambon tidak terlalu kuat memainkan harga. Saya yakin kondisi ini juga tidak terlepas dari peran Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga stabilitas pangan,” ungkapnya.

Meski demikian, Fikri menilai Bulog perlu memperkuat perannya sebagai badan usaha yang tidak hanya menyalurkan bantuan pangan bersubsidi, tetapi juga mampu mengembangkan produk komersial.

Menurutnya, infrastruktur Bulog yang telah dibangun selama puluhan tahun harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu memberikan keuntungan sekaligus menjalankan fungsi pelayanan publik.

“Kalau Bulog hanya menyalurkan bantuan pangan, itu terlalu sederhana. Bulog juga harus mampu menghasilkan keuntungan dari produk komersial agar bisa menopang tugas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Fikri juga memberikan masukan agar Bulog lebih serius memperhatikan kualitas kemasan atau packaging produk sehingga mampu bersaing dengan produk swasta di pasar modern.

Ia mencontohkan produk sederhana seperti keripik singkong yang memiliki nilai jual tinggi setelah dikemas secara menarik.

“Produk yang biasa saja bisa memiliki nilai lebih ketika dikemas dengan baik. Karena itu saya mendorong Bulog untuk memperhatikan kemasan produknya agar mampu bersaing di supermarket maupun pasar modern,” tegasnya.

Fikri berharap Bulog terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan, sehingga mampu menjalankan fungsi pelayanan publik tanpa mengabaikan aspek bisnis yang sehat.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyatakan Pemerintah Kota Ambon akan terus bersinergi dengan Bulog dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas harga demi memenuhi kebutuhan masyarakat.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.