PLT sekwan Kab.SBB di duga kabur.Mozes:  Maya harus Koperatif.

oleh -7 views
oleh

Piru.nusainanews.com – Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku  semenjak di pimpin Pj.Bupati Kab.SBB  andi candra as adudin  terdapat begitu banyak massalah yang sedang terjadi,

Seperti baru baru ini, Ratusan pegawai honorer dari beberapa instansi Ribut, pegawai ini Ribut karena hak mereka di duga sengaja mau di hilangkan oleh Pemda sbb, selain itu, pekerja Rumah tangga di pendopo di berhentikan namun hak nya sebagai juru masak sempat di tunda tunda pembayaran nya, bahkan hampir hangus juga, di tambah lagi dengan utang makan minum tamu pendopo di kios sembako pasar piru, utang tersebut juga hampir di hapus dari daftar bon,

Beruntung mereka mereka yang merasah nantinya hak mereka hilang begitu saja, akhirnya mereka menaginya dari Pemda sbb, dengan cara mereka sendiri, namun mereka menggunakan cara berbeda beda,

Untuk Ratusan pegawai Honorer, mereka memakai cara demonstrasi berjilid jilid, sedangkan para petugas kebersihan mereka mengepung kantor bupati dengan puluhan Ribu jenis sampah busuk,

Sedangkan untuk jurumasak di pendo bupati, sama pemilik kios sembako pasar piru, mereka berdua cuma menyuarakan hak mereka lewat pemberitaan media,

Hingga pada akhirnya, semua upaya, baik itu Ratusan pegawai Honorer, puluhan petugas kebersihan, dan jurumasak sama pedagang sembako di pasar piru, hak hak mereka langsung di lunasi oleh Pemda sbb, di karenakan ada tekanan public yang begitu kuat,

Sekarang Pemda sbb kembali di buat malu di hadapan public dengan kasus PLT sekwan di DPRD sbb, untuk di ketahui, Maya berhutang untuk makan minum DPRD sbb di Rumah Makan lestari jumlah nya mulai dari 2022 sampai dengan 2023, sudah mencapai Rp 264 113 000 (duaratus enam puluh empat juta seratus tiga belas ribu rupiah, )

Dan utang itu, semenjak 2022 & 2023 wafat, lalu lahirlah Januari 2024, pihak Rumah makan lestari akhirnya membawa kasus ini ke pengadilan, di karenakan, Maya selalu berputar putar padasaat pihak Rumah makan melakukan penagihan,

Namun sangat di sayangkan hari ini, Rabu 31 Januari 2024, saat proses sidang di mulai ternyata Maya tidak hadir di persidangan, hal ini di sampaikan oleh penggugat (pemilik Rumah makan) Suryono Hehanussa,

Suryono lewat ponselnya hari ini Rabu 31 Januari 2024, tadi pagi sidang sudah di gelar, tetapi begitu saya dan kuasa hukum saya memasuki Ruang persidangan untuk mengikuti sidang, Maya atau pihak sekretaris DPRD tidak hadir, hingga akhirnya hakim membuka sidang dan kembali skor sidang sampai dengan tanggal 19 perbuatan 2024, ucap Suryono,

Tambahnya, jadwal sidang yang telah di tetapkan oleh pihak PN piru, lewat isi undangan nya, sidang akan di gelar pada Rabu 31 Januari 2024, dan di mulai sejak puku 10 00 WIT, saya dan kuasa hukum saya hadir di pengadilan pagi tadi sejak puku 8 00, dan sidang di mulai tepat jam 10 00, sesuai surat undangan, namun seperti ini lah kejadian nya yang saya alami, ucap Suryono,

Menanggapi kejadian ini, menurut salah satu anak mudah SBB  Mozes Rutumalessy, saya sangat sesalkan atas sikap Maya yang kesan nya tidak koperatif, padahal jauh sebelumnya pengadilan telah mengeluarkan jadwal sidang, dan undangan itu juga telah di kirimkan jauh sebelum waktu untuk sidang berlangsung,

Lanjut nya, saya meminta kepada saudara PLT sekwan Maya, agar tidak perlu menghindar dengan banyak alasan, saudara harus hadiri persidangan ini, karena terhadap kasus ini, public dan warga sbb perlu tau apa alasan sehingga di dua tahun anggaran utang ini belum juga di bayar, tegas Rutumalessy,

Di tempat yang berbeda, menurut keterangan dari salah satu sumber yang tak ingin namanya di sebutkan, Maya tidak hadir di persidangan, dan hari ini Maya sedang berada di Ambon dengan alasan urusan dinas, semua ini telah di atur, dan di duga ada kerjasama di antara Maya dan Pj. Bupati,”beber sumber

Lanjutnya, mereka sudah mengatur semua ini dari beberapa hari yang lalu, karena tujuanya, untuk melindungi Maya, agar Maya saat ini harus terhindar dari kasus hukum, karena ada tujuan tujuan tertentu yang sedang di atur oleh kelompok ini, papar sumber lagi,

Saya dengar ada perbedaan pendapat di antara kelompok ini tentang kasus yang sedang menimpa Maya, ada yang berpendapat apa bila Maya selalu menghindar di kuatirkan pihak Rumahmakan akan melaporkan perbuatan melawan hukum,

Satu pihak lagi berpendapat, ulur ulur waktu sampai dengan APBD 2024 sudah benar benar Rampung, barulah meminta pihak ke tiga untuk membantu membayar agar Maya bisah terhindar dari cacat hukum, ucap sumber,

Untuk membuka semua Rencana yang sedang Meraka atur, saya minta asalkan nama saya jangan di sebutkan, untuk di ketahui didalam kelompok ini, orang yang paling ambisi sekali adalah Maya, dan sekarang ini dia sedang di bantu oleh suaminya Sahban Patty, ucap sumber tutup (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.