Rapat Koordinasi Pendidikan Dipusatkan di Ambon, Fokus Utama pada Nasib Guru di Maluku

oleh -2528 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., memastikan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan tahun ini dipusatkan di Kota Ambon.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan aksesibilitas peserta dari berbagai kabupaten, terutama dari Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru.

Menurut Dr. Singerin, rencana awal untuk menggelar rakor di Kabupaten Kepulauan Tanimbar akhirnya dibatalkan karena peserta dari beberapa daerah harus menempuh dua kali perjalanan menuju Ambon sebelum melanjutkan ke Tanimbar.

“Karena pertimbangan transportasi dan efektivitas, kita putuskan rakor dipusatkan di Ambon. Selain itu, ini merupakan tahun pertama Pak Gubernur Maluku sehingga beliau harus membuka perayaan disini,” ujar Dr. Singerin, saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Rabu (19/11/2025).

Dr. Singerin menegaskan, meski digelar sederhana, rakor tahun ini memiliki fokus strategis: peningkatan kesejahteraan guru, termasuk pembahasan tunjangan dan penataan guru berstatus PLT.

“Kita benar-benar arahkan muatan rakor untuk memperhatikan nasib guru. Banyak guru yang masih PLT dan ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.

Rakor juga akan dikaitkan dengan peringatan Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional. Dalam koordinasi dengan Wakil Presiden saat kunjungan di Siwalima, muncul peluang menghadirkan perwakilan guru Maluku dalam dialog di Istana Negara.

Namun, pihak istana membatasi jumlah peserta hanya 100 orang perwakilan. Karena itu, Dinas Pendidikan bersama PGRI tengah mematangkan materi dan pihak-pihak yang akan hadir dalam dialog tersebut.

“Kami ingin saat bertemu Pak Wapres nanti, ada deklarasi tentang layanan guru di Maluku. Deklarasi ini akan memuat komitmen peningkatan kompetensi maupun proses pendidikan,” jelas Dr. Singerin.

Rakor dijadwalkan dibuka di Taman Budaya Ambon, kemudian kegiatan akan dilanjutkan di lokasi berbeda sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Menutup pernyataan, Dr. Singerin menyampaikan harapannya agar Hari Guru tahun ini membawa kabar baik bagi para pendidik di Maluku, khususnya mereka yang masih berstatus Pelaksana Tugas.

“Nasib guru ini kan banyak yang PLT. Beta (Saya) sendiri sayang guru, karena Katong (Kita) pung (Punya) nurani sebagai seorang guru. Kita upayakan ada langkah konkret menuju status definitif bagi guru-guru PLT sebagai hadiah di Hari Guru,” pungkasnya. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.