Jakarta, NusaInaNews.com – Komitmen memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing kembali ditegaskan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2026 BPD Maluku Maluku Utara yang berlangsung di GIIA Maluku Hotel, Senin (23/02/2026).
Agenda tahunan tersebut dihadiri jajaran direksi dan komisaris bank, kepala daerah dari Provinsi Maluku dan Maluku Utara, anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku, hingga perwakilan Bank DKI. Forum ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penentuan arah strategis perseroan ke depan.
Dalam rapat, para pemegang saham menyepakati pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2026. Selain itu, disetujui pula penggunaan laba bersih, termasuk pembagian dividen sesuai regulasi, serta langkah lanjutan untuk memperkuat perbaikan kinerja dan tata kelola perusahaan.
Gubernur menekankan bahwa setiap kebijakan manajemen, termasuk pemberian bonus kinerja, telah melalui mekanisme yang sah dan profesional. Insentif, menurutnya, diberikan berdasarkan pencapaian target dan efisiensi dalam proses restrukturisasi yang tengah berjalan.
“Manajemen memiliki kewenangan penuh sesuai prinsip good corporate governance. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan kinerja dan kebutuhan penguatan internal perusahaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah kabupaten/kota sebagai pemegang saham dalam memaksimalkan layanan pembiayaan bank daerah tersebut. BPD, kata dia, harus menjadi mitra strategis dalam mendukung proyek pembangunan dan penguatan ekonomi lokal.
Terkait isu perbandingan suku bunga antarbank, Lewerissa menegaskan bahwa penilaian tidak bisa dilakukan secara sederhana tanpa melihat struktur biaya dana, komposisi dana pihak ketiga, serta profil risiko masing-masing bank.
Menutup arahannya, ia memastikan manajemen BPD akan merespons setiap pengajuan kredit dari pemerintah daerah secara profesional dengan tetap menjaga tingkat suku bunga yang rasional dan kompetitif.
Melalui RUPST ini, sinergi antara pemegang saham dan manajemen diharapkan semakin solid, sehingga BPD Maluku Maluku Utara mampu tumbuh sehat, adaptif terhadap dinamika industri keuangan, dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian kawasan Maluku dan Maluku Utara. (**)





